Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pedagang Kena Pungli, Polisi Lakukan Sidak di Pasar BPRS

Pedagang Kena Pungli, Polisi Lakukan Sidak di Pasar BPRS
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PEKANBARU - Tim gabungan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menginspeksi mendadak untuk menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Bandar Raya Payung Sekaki (BPRS) atau lebih dikenal Pasar Terminal AKAP.

"Sidak ini perlu dilakukan karena tidak tertutup kemungkinan bahwa harga sembilan bahan pokok akan naik karena banyaknya pungutan liar," kata Kepala Bagian Operasi Polresta Pekanbaru Kompol Indra Andiarta di Pekanbaru, Selasa (13/6/2017) dini hari.

Sidak dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Urusan Logistik, dan Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Pekanbaru. Tim gabungan menduga ada pungli dilakukan oleh kelompok tertentu terhadap pedagang.

Pedagang tersebut rata-rata menjual sembako yang berasal dari luar Provinsi Riau. Kebanyakan dari Sumatra Barat yang menyuplai sebagian besar sembako di Kota Pekanbaru.

Sebelum ini, pedagang dengan mobil atau truk pengangkut itu berhenti di pusat kota dekat Pasar Cik Puan. Namun beberapa bulan terakhir, truk boleh berhenti di Pasar BPRS yang berada di pinggiran Kota Pekanbaru.

Saat sidak itu diperkirakan ada sejumlah 300 pedagang. Salah seorang penjual cabe, Eduar mengungkapkan, adanya pungutan liar tersebut yang dikeluhkan nilainya juga tinggi.

Kelompok tertentu yang diduga melakukan pungli itu mengutip dari para pedagang per harinya sebesar Rp15-20 ribu. Alasannya untuk uang kebersihan, lampu, lapak, dan uang parkir yang dimulai dari pukul 22.00-02.00 WIB.

Akan tetapi dalam sidak ketika itu, kelompok yang diduga melakukan pungli itu sudah tidak ada. Kegiatan sidak berakhir pada pukul 02.00 WIB di mana para pedagang meminta kepada instansi terkait agar pungli tersebut dapat diberantas.

(Ranto Rajagukguk)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement