Pulau Simping itu sendiri permukaannya hanya “diramaikan” hamparan pasir dan bebatuan. Turut menghias jajaran pohon-pohon dan uniknya, terpadat sebuah kelenteng kecil atau tempat sembahyang masyarakat Tionghoa di pulau itu.
Ya, berarti memang pulau itu ada penghuninya. Atau setidaknya dulu. Karena ternyata penghuninya yang keturunan Tionghoa itu, memilih berangsur-angsur pindah karena pulau itu sempat mengalami abrasi.
(Randy Wirayudha)