“Posko Siaga Sapta Taruna di seluruh Sumbar ada 16 posko dan di Bengkulu ada 9 posko. Posko dilengkapi informasi daerah rawan longsor, alat berat berupa dump truck, loader dan excavator serta petugas piket lebaran beserta call center-nya. Mendekati lebaran, alat berat maupun petugas akan kami tambahkan,” tutur Kepala BPJN III Syaiful Anwar saat melakukan pengecekan langsung jalan Padang – Batas Riau, Sabtu 17 Juni 2017.
Salah satu posko ditempatkan pada titik yang terkenal rawan, yaitu di KM 65 lebih dikenal dengan Tikungan Silaen. Di tikungan tersebut jalanan sangat curam menurun dan menanjak yang tajam disertai dengan tikungan tajam. Pengendara dihimbau untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu di lokasi tersebut karena apabila hujan jalanan menjadi licin.
“Rambu lalu lintas juga telah diperbanyak melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian, agar dapat melayani mudik dengan lebih baik lagi,” tambah Syaiful.
Selain itu posko juga ditempatkan di Jembatan Kelok 9 yang terkenal akan keindahan lansekap alamnya yang harmonis dengan struktur jembatan. Pada spot pariwisata ini diprediksi akan terjadi kepadatan kendaraan.
Pada jalur terpadat di Sumbar yaitu Padang (Bypass) – Bukit Tinggi – Batas Riau sepanjang 205 km tersebut, saat ini telah siap 99 persen, hanya terdapat satu titik longsor yaitu pada KM 185 yang sedang dilakukan penanganan akibat longsor 9 Juni 2017 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan tertutupnya satu lajur kendaraan dan hanya menyisakan satu lajur untuk dilalui kendaraan.