Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keren! Pria Brasil Habiskan 40 Tahun Hidupkan Kembali Hutan yang Gundul

Silviana Dharma , Jurnalis-Senin, 26 Juni 2017 |20:01 WIB
Keren! Pria Brasil Habiskan 40 Tahun Hidupkan Kembali Hutan yang Gundul
Antonio Vicente. (Foto: Gibby Zobel/BBC)
A
A
A

SAO PABLO - Antonio Vicente (83), menghabiskan 40 tahun terakhir hidupnya berjuang menghidupkan kembali hutan yang gundul. Kisahnya bermula dari pembelian lahan kosong seluas 31 hektare yang sudah hancur karena penggembalaan ternak pada 1973.

“Anda bodoh. Penghijauan adalah pemborosan lahan. Anda tidak akan mendapatkan uang darinya. Jika penuh dengan pohon, Anda tidak akan punya tempat untuk berternak sapi atau budi daya tanaman,” sering kali tetangganya berkata begitu kepada Antonio, seperti disunting dari Oddity Central, Senin (26/6/2016).

Ya, sebagian besar tetangganya adalah peternak. Akan tetapi, dia tahu bahwa penggundulan hutan akan memberikan dampak kerusakan yang lebih besar dibandingkan keuntungan finansial yang bisa diperolehnya. Jadi dia tidak mengindahkan perkataan tetangganya itu.

Vicente sendiri tumbuh besar di sebuah peternakan perdesaan. Ia sejak kecil terbiasa melihat ayahnya dan penduduk desa lain menebang pohon di hutan sesuai perintah pemilik lahan. Hasil tebangnya ada yang diproduksi menjadi arang. Namun tak jarang, penebangan hanya bermaksud membuka lahan baru untuk menggembalakan ternak.

Selama itu, dia melihat sumber-sumber air purbakala mengering. Dan orang-orang berjuang lebih keras untuk bertahan hidup dibandingkan sebelumnya.

“Waktu saya kecil, para petani menebang pohon untuk membuat padang rumput dan arang, karena itu airnya mengering dan tidak kembali. Saya pikir, air begitu berharga. Jika tidak ada yang membawa kembali air itu, sementara populasi tak mungkin berhenti tumbuh, apa yang akan terjadi? Kita akan kehabisan air,” urainya.

Sejak itulah, Vicente bertekad untuk membawa kembali sumber daya air yang berharga tersebut ke desanya. Dengan hanya beberapa keledai dan sekelompok kecil pekerja upahan, dia mulai mengembalikan hutan ke negerinya.

Hanya saja, waktu itu dia menjadikan penggarapan lahan sebagai hobi akhir pekan. Tanpa disadari, pekerjaan tersebut akhirnya jadi rutinitasnya. Ia menghabiskan sepanjang siang dan malam di hutan. Dikelilingi cicitan tikus dan rubah yang berkeliaran. Roti dan pisang menjadi menu sarapan, makan siang, dan makan malamnya.

Lewat empat dekade, jerih payahnya membuahkan hasil. Ia berhasil menumbuhkan 50.000 pohon di lahan seluas 31 hektare itu. Lahan gundul yang kini berubah seperti oasis kecil hutan hujan dan tempat perlindungan yang nyaman bagi satwa liar.

Sumber: Youtube

Saat hutan tumbuh, air kembali. Persis seperti yang ia harapkan. Lebih dari 20 sumber air yang mengering saat pertama kali dia beli, sekarang menggenang lagi. Hutan itu menjadi hidup lagi, burung-burung membangun sarangnya, serangga menetap, hilir mudik. Semakin hari, semakin banyak hewan yang bermigrasi ke hutan garapan Vicente.

“Jika Anda bertanya kepada saya, siapa keluarga saya, saya akan mengatakan ini, mereka semua yang ada di hutan ini. Setiap jengkalnya ada benih yang saya tanamkan,” ujarnya.

Meski sumber kehidupan itu sudah kembali, tugas Vicente belum usai. Statistik menunjukkan Brasil kehilangan hutan hujannya seluas 8.000 hektare antara Agustus 2015 dan Juli 2016.

Jika membandingkannya dengan data tersebut, upaya Vicente mereboisasi lahannya seluas 31 hektare bagai setetes air di kolam. Bayangkan, seandainya ada lebih banyak orang di dunia yang memiliki kepedulian sama dengan dia.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement