Inspiratif! Pensiunan PNS TNI AD Ini Menarik Becak dengan Membawa Perpustakaan Keliling

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 28 Januari 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 510 2352229 inspiratif-pensiunan-pns-tni-ad-ini-menarik-becak-dengan-membawa-perpustakaan-keliling-iRFJkHnBEV.jpg Foto: BBC Indonesia

YOGYAKARTA – Sutopo, seorang pensiunan PNS di Kodim 0734 Yogyakarta menjadi penarik becak serta memfungsikan becaknya sebagai perpustakaan yang meminjamkan buku kepada khalayak umum, mulai dari mahasiswa hingga pemulung.

(Baca juga: Diamputasi Terkena Ranjau, Prajurit TNI Ini Sukses Jadi Pengusaha)

Dia selalu menunggu penumpang atau peminjam buku dari becaknya yang diparkir di Jalan Tentara Pelajar, Kota Yogyakarta. Jika tak sedang mengantarkan penumpang, pria berusia 74 tahun itu mempersilakan orang-orang untuk membaca atau meminjam buku secara gratis dari Becak Pustaka yang dia kelola.

"Mari baca, gratis, tanpa biaya," kata Sutopo dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (28/1/2021).

Saat pensiun pada 2003, Sutopo memutuskan menarik becak karena tidak ingin berhenti melakukan aktivitas.

ist

Foto: BBC Indonesia

"Saya tidak ingin pensiun, saya ingin terus bergerak agar tetap sehat," kata lelaki yang pernah kuliah di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, jurusan reklame.

Di sela-sela kegiatannya sebagai penarik becak kayuh, Sutopo selalu membaca buku yang merupakan hobinya sejak kanak-kanak. Kebiasaannya itu ternyata diperhatikan seorang penumpang langganan."Keesokan harinya dia menyumbang buku sebanyak 40 eksemplar," kenang Sutopo.

Oleh Sutopo, buku-buku itu dibawa ke rumah. Dia kemudian membuat rak buku sederhana. Bentuknya dia sesuaikan dengan ruangan yang ada di sisi sandaran belakang dan kanan kiri becak.

Koleksi buku Sutopo mencapai sekitar 100 dengan topik beragam, mulai dari cerita anak, sejarah, pendidikan, ekonomi, sosial-budaya, hingga kisah orang-orang sukses. Buku-buku itu dia dapatkan dari sumbangan para penumpang dan sejumlah penerbit buku.

Bahkan, menurutnya, ada pihak penerbit yang membawanya ke toko buku dan mempersilakan dia untuk mengambil 40 buku secara cuma-cuma.

Koleksi Buku Sutopo Diminati Mahasiswa hingga Pemulung

Aneka buku koleksi Sutopo menarik minat banyak orang, dari mahasiswa hingga pemulung yang merasa minder masuk perpustakaan yang bersih dan megah. Hal itu semakin menguatkan tekadnya untuk meminjamkan buku.

"Pembaca buku saya bermacam-macam. Mulai dari mahasiswa, pemulung, pedagang pasar, penarik becak. Mereka minat bacanya baik. Tapi buku mahal dan orang kecil masuk perpustakaan gedung megah, sungkan. Makanya saya buatkan becak pustaka ini, saya datangi mereka. Mari membaca, gratis," kata Sutopo.

Sutopo selalu memberikan informasi kepada para pelanggan becaknya ketika ada buku-buku baru. Kepada para pembaca bukunya, Sutopo tak pernah membatasi orang yang ingin meminjam buku.

Dia juga membebaskan, berapa pun yang dipinjam, mau di baca di mana saja, dan sampai kapan pun dipinjam.

Sutopo hanya ingin melayani dan memberi akses bacaan kepada masyarakat secara mudah dan gratis. "Saya bebaskan, 100% bebas. Pinjam berapa pun saya layani," katanya.

Mereka yang pinjam tapi tidak mengembalikan, Sutopo mengikhlaskan.

"Jadi saya meminjamkan buku itu sekaligus mendidik masyarakat untuk jujur dan mendidik karakter masyarakat menjadi lebih baik. Kalau pinjam ya harus dikembalikan," ujarnya seraya tersenyum.

Sepi Penumpang saat Pandemi

Pada masa pandemi Covid-19, Sutopo mengaku sepi penumpang maupun peminjam buku.

Sebelum pandemi, saban hari Sutopo paling tidak bisa mengantongi uang Rp50 ribu dari hasil jasa mengayuh becak.

"Sekarang (masa pandemi) paling Rp10 ribu sampai Rp20 ribu Kadang malah nol, tidak dapat penumpang," kata Sutopo yang sudah sejak 2004 menarik becak.

Jumlah orang yang mendatangi becaknya untuk meminjam buku pun berkurang. "(Peminjam buku) menurun. Kalau dibuat rata-rata setiap harinya satu-dua orang," kata Sutopo.

Meski pendapatannya turun dan pulang tanpa penghasilan, serta jarang lagi ada orang yang meminjam buku, Sutopo masih tetap setia menawarkan jasanya.

"Kekosongan dan kesepian ini saya justru gunakan untuk membaca. Sehingga waktu seperti ini saya lalui dengan gembira dan pasrah kepada Yang Maha Kuasa," kata ayah tiga anak dan kakek enam cucu ini.

Oleh karena itu, dia berharap, generasi muda tidak meninggalkan membaca buku karena buku adalah jendela dunia. "Buku bagus untuk perkembangan pendidikan masyarakat agar menjadi manusia yang lebih baik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini