nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Putra Mahkota Arab Saudi Dicekal ke Luar Negeri

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 30 Juni 2017 01:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 29 18 1725894 mantan-putra-mahkota-arab-saudi-dicekal-ke-luar-negeri-Gszr5tufz5.jpg Warga Arab Saudi berpose di depan gambar Pangeran Mohammed bin Nayef, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, dan Pangeran Mohammed bin Salman (Foto: Amr Nabil/Associated Press)

RIYADH – Dua pekan terakhir menjadi waktu yang tidak mengenakkan bagi Pangeran Mohammed bin Nayef. Pria berusia 57 tahun itu baru saja diturunkan oleh Raja Salman bin Abdulaziz al Saud sebagai Putra Mahkota pada pekan lalu. Kini, ruang geraknya dibatasi oleh istana.

Sebagaimana diberitakan, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud mengangkat anaknya Pangeran Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota. Pria berusia 31 tahun itu sebelumnya berada pada garis selanjutnya sebagai pewaris tahta dengan gelar Wakil Putra Mahkota Arab Saudi.

Diwartakan Telegraph, Jumat (30/6/2017), Pangeran Mohammed bin Nayef saat ini diminta untuk tidak meninggalkan istananya yang berada di Jeddah. Sepupu Raja Salman itu juga dicekal untuk bepergian ke luar negeri sehingga ruang geraknya terbatas hanya di Arab Saudi saja.

Yang lebih menyedihkan, seluruh pengawalnya kini diganti oleh pasukan khusus yang loyal terhadap Pangeran Mohammed bin Salman. Semua perlakuan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Menteri Dalam Negeri Arab Saudi itu saat ini berstatus sebagai tahanan rumah.

Namun, beberapa pejabat senior Arab Saudi membantah spekulasi tersebut. Seorang pejabat mengatakan berita tersebut tidak benar. Pejabat lainnya menyatakan, keadaan tersebut sangat biasa dalam periode transisi.

“Itu hanya periode pergantian biasa. Mohammed bin Salman tidak ingin mengambil risiko apapun. Itu bukan tahanan rumah. Bukan sama sekali,” terang seorang pejabat yang minta namanya dirahasiakan, mengutip dari The Guardian.

Penggantian Putra Mahkota tersebut melawan tradisi yang selama ini berlangsung di Arab Saudi. Sebelumnya, raja yang sedang berkuasa akan digantikan oleh adik atau sepupu laki-laki jika mangkat kelak. Sebagai contoh, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud menggantikan kakaknya Raja Abdullah bin Abdulaziz al Saud pada 2015 sebagai penerus tahta.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini