PREDIKAT pahlawan kerap disematkan pada para pemadam kebakaran mengingat banyak dari mereka berhasil menyelesaikan tugas yang amat berat sambil menyelamatkan nyawa manusia. Salah satu kinerja para pahlawan itu tergambar di dalam tragedi kebakaran di Amerika Serikat (AS) pada 30 Juni 2013.
Sebanyak 19 orang petugas diketahui gugur saat bertempur dengan kobaran api di dekat Yarnell, Arizona. Semua petugas yang tewas diketahui tergabung dalam satu unit tim elit Pemadam Kebakaran Wildland yang merupakan bagian dari Pemadam Kebakaran Prescott (Arizona).
Tragedi kebakaran The Yarnell Hill atau kebakaran bukit Yarnell terjadi karena dipicu oleh sambaran petir pada 28 Juni 2013 sekira pukul 17.30 di dekat Yarnell, yaitu bekas kota pertambangan emas sekira 48 kilometer (km) selatan Prescott dan 128 km barat laut Phoenix. Dua hari kemudian atau pada 30 Juni, api semakin menyebar dengan cepat.
Sore itu, ketika para petugas tengah berjuang memadamkan api, Granit Mountain Hotshots (sebuah area vegetasi) sudah terlanjur menciptakan jalur api di sepanjang punggung bukit. Dan secara tiba-tiba angin yang bertiup kencang datang tiba-tiba lalu mengarahkan gelombang api tersebut langsung ke arah para petugas. Tanpa ada kesempatan dan tempat untuk melarikan diri, 19 petugas tersebut terkepung di dalam api.

Petugas kebakaran menangisi kepergian rekan mereka. (Foto:AP)
Sebenarnya mereka bersembunyi di sebuah shelter atau tempat perlindungan api darurat berupa kantong tidur yang tertutup dari aluminium untuk menghalau panas. Saat itu, suhu api mencapai 2.000 derajat celcius. Sedangkan selimut pelindung itu dirancang hanya untuk menahan panas maksimal 1.200 derajat celcius.
Mereka yang terjebak sebagian besar merupakan petugas muda berusia 20-30 tahun. Satu-satunya petugas pemadam kebakaran yang selamat dari tragedi itu adalah sang pengawas.
Kebakaran The Yarnell Hill akhirnya padam pada 10 Juli setelah menghanguskan sekira 8.400 hektar lahan dan menghancurkan lebih dari 100 bangunan. Pada September 2013, Divisi Kehutanan Negara Bagian Arizona, yang mengawasi usaha pemadaman kebakaran itu, merilis hasil penyelidikan yang menyimpulkan bahwa tidak ada bukti kelalaian atau kecerobohan dalam kematian belasan petugas pemadam kebakaran tersebut.
Namun, pada akhir 2013, Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Arizona mengkritik pengelolaan Divisi Kehutanan dari operasi pemadaman kebakaran di Yarnell Hill. Dan kemudian menugaskan unit petugas pemadam kebakaran untuk lebih memprioritaskan perlindungan atau keamanan mereka saat bertugas. Tim "Hotshot" atau unit pemadam kebakaran elite mulai bertugas di Selatan California pada 1940-an. Saat ini, ada sekira 110 kru yang tersebar di seluruh Amerika Serikat.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.