Image

Media AS: UEA Dalangi Peretasan yang Picu Krisis Qatar

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin, 17 Juli 2017 - 09:41 WIB
Foto: Reuters Foto: Reuters

WASHINGTON - Intelijen Amerika Serikat (AS) diklaim telah mengonfirmasi bahwa Uni Emirat Arab (UEA) berada di belakang peretasan saluran berita dan media sosial milik Pemerintah Qatar. Peretasan yang terjadi pada akhir Mei tersebut berakibat munculnya posting-posting kutipan palsu Emir Qatar sehingga memicu krisis diplomatik di yang saat ini mengisolasi Qatar.  

Laporan Washington Post menyebutkan, berdasarkan analisa data intelijen yang dikumpulkan oleh agen-agen AS, pada 23 Mei, pejabat-pejabat senior pemerintah UEA membahas rencana peretasan tersebut dan implementasinya. Serangan siber itu dilakukan keesokan harinya dan tak lama setelah pertemuan puncak anti terorisme yang dihadiri Presiden AS, Donald Trump dengan para pemimpin negara Teluk di Arab Saudi.

Kutipan palsu hasil peretasan itu di antaranya menyebut bahwa Emir Qatar, Tamim bin Hamad al Thani, memuji Iran dan Hamas sehingga menimbulkan murka Arab Saudi dan sejumlah negara Arab. Belum jelas apakah UEA yang melakukan peretasan itu sendiri atau apakah mereka  menggunakan jasa pihak lain.

Duta Besar UEA untuk AS, Yousef al-Otaiba membantah laporan tersebut dan secara tegas menyatakan negaranya tidak memiliki peran dalam peretasan itu.

"UAE tidak memiliki peran apapun dalam dugaan peretasan yang dilaporkan dalam artikel tersebut. Hal yang sebenarnya terjadi adalah perilaku Qatar. Membiayai, mendukung, dan memungkinkan ekstremis dari Taliban, Hamas sampai Gaddafi untuk menghasut, memicu kekerasan, mendorong radikalisasi, dan merusak stabilitas tetangganya," kata Yousef al-Otaiba sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Senin (17/7/2017).

Namun, dalam laporannya, Washington Post mencatat bahwa terungkapnya rencana peretasan tersebut muncul dari sebuah email yang diretas dari akun pribadi al-Otaiba. Email itu telah beredar di kalangan jurnalis dalam beberapa bulan belakangan.

Peretasan akun email al-Otaiba itu telah diklaim oleh organisasi yang diduga pro-Qatar yang menamakan dirinya GlobalLeaks. Banyak di antara email-email tersebut menyoroti keinginan UAE sejak lama untuk mengumpulkan pemikir dan pembuat kebijakan di Washington ke pihaknya terkait isu-isu yang menjadi pusat perselisihan Abu Dhabi dengan Doha.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming