Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beuh! Dipanggil Presiden Jokowi, Kapolri Lewat Pintu Samping Istana

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 31 Juli 2017 |15:02 WIB
<i>Beuh</i>! Dipanggil Presiden Jokowi, Kapolri Lewat Pintu Samping Istana
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah tiba di Kompleks Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, sekira pukul 14.20 WIB.

Adapun kedatangan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), guna ‎membahas perkembangan kasus penyiraman keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Pantauan Okezone di lokasi, Senin (31/7/2017). Kapolri Tito tak melewati jalanan utama untuk memasuki kantor Kepala Negara tersebut.

 (Baca juga: Sebut Keterlibatan Jenderal Polisi dalam Kasusnya, Kapolri Akan Dalami Pernyataan Novel Baswedan)

Mantan Densus 88 itu lebih memilih pintu Wisma Negara atau pintu yang ada di samping Istana Merdeka, yang ada di area Istana Kepresidenan, Jakarta. Hal itu memang acap kali dilakoni TB1 apabila ingin menghindari para wartawan.

Hingga saat ini, pertemuan tersebut masih berlangsung dan tertutup bagi awak media yang biasa bertugas di Istana Kepresidenan.

 (Baca juga: Disebut Ada 2 Kubu dalam Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras, Ini Tanggapan Polisi)

‎Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan telah mendapat laporan soal kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Meski demikian, Tito juga telah dipanggil guna menghadap Kepala Negara untuk menjelaskan perkembangan kasus tersebut.

"Kemarin sudah saya sampaikan ke Kapolri. Besok (Kapolri) mau menghadap," ujar Jokowi saat menghadiri acara Lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, kemarin.

‎Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan pemanggilan Kapolri Jenderal Tito Karnavian oleh Presiden Jokowi merupakan hal yang wajar dalam aktivitas pemerintahan, khususnya berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia.

"Namanya kita anak buah, ya dipanggil Presiden wajar loh ya," ujar Argo

Sebelumnya, Novel beberapa kali diwawancarai sejumlah media, kerap memberikan fakta terbaru tentang pelaku penyerangan. Bahkan, Novel mengaku mendapatkan surat berisi informasi dari seseorang di kepolisian. Kata Novel, dalam kertas itu tercantum nama dua penyidik lain di KPK yang menjadi target sasaran teror.

Catatan tersebut mencantumkan jelas alamat rumah, alamat rumah lama, jenis mobil dan nomor kendaraan, serta rute pergi dan pulang bekerja yang biasa dilewati.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement