Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ancam Bakar Gedung Kampus saat Orasi Demo, Mahasiswa Ini Dipolisikan

Melly Puspita , Jurnalis-Kamis, 03 Agustus 2017 |22:01 WIB
Ancam Bakar Gedung Kampus saat Orasi Demo, Mahasiswa Ini Dipolisikan
Ilustrasi demo mahasiswa (Foto: Okezone)
A
A
A

OGAN ILIR - Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya terpaksa melaporkan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ke Pihak Kepolisian terkait dugaan melakukan pengancaman, melakukan ujaran kebencian dan mempermalukan pihak Universitas di depan umum.

Hal tersebut diketahui setelah tersebar di media sosial surat pembekuan status salah satu mahasiswa Unsri, yang tidak diketahui penyebab mahasiswa ini dikeluarkan.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan diduga telah mengorganisir kegiatan demonstrasi yang berisikan ujaran kebencian terhadap Rektor, membakar untuk mengancam aset negara, mempermalukan Rektor dan Senat Universitas Sriwijaya dalam acara resmi serta pelanggaran hukum/undang-undang dan etika.

Wakil Rektor III UNSRI, Mohammad Zulkarnain membenarkan tentang adanya laporan pihak Unsri kepada Polres Ogan Ilir. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kedepan.

"Iya memang ada mahasiswa yang kita laporkan terkait video yang mengancam mau bakar gedung rektorat. Nanti kita yang salah jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, makanya kita laporkan," ujar Zulkarnain.

Menanggapi hal tersebut, Rahmat Farizal mengatakan kasusnya terlalu mengada-ngada di mana saat kejadian pihaknya hanya melakukan aksi damai.

"Tidak benar jika saya mengancam aset negara, malah kami menjaga ketika aksi sebelumnya malah kami menjaga kebersihan, bahkan sampah dari air mineral kami bersihkan," ucap Rahmat.

Dia menganggap Universitas Sriwijaya menciderai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke pihak Kepolisian.

Diketahui pada tanggal 26 Juli 2017 lalu, mahasiswa Unsri melakukan aksi peduli UKT yang diikuti sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli UKT. Mereka menggelar aksi damai dan penggalangan koin untuk rektor Unsri sebagai bentuk sikap mahasiswa terhadap kebijakan UKT semester 9 yang tak kunjung dilakukan penurunan.

Aksi ini berbarengan dengan registrasi ulang para mahasiswa dari jalur bidik misi. Aksi damai tersebut juga diwarnai pemakaian topeng sebagai simbol kesedihan mahasiswa atas kebijakan UKT di Unsri yang tidak kunjung menemui titik terang.

(Mufrod)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement