Akibat embargo dan kontraembargo ini, Rusia memerlukan sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk buah-buahan tropis, serta produk esensial lainnya.
"Saya sudah pernah melaksanakan itu tahun 1998. Waktu itu beli Sukhoi, tapi ada beberapa negara yang enggak mau. Timbal beli itu bukan suatu hal yang tidak mungkin dan tidak ada masalah dan sangat baik," jelas Wiranto.
Ia menambahkan, selain Rusia sejauh ini belum ada negara lain yang dalam waktu dekat hendak melakukan skema kerjasama serupa dengan Indonesia.
(Mufrod)