PARIS – Prancis sudah lama tidak memberikan posisi penting kepada istri dari presiden mereka. Tidak heran jika usulan Presiden Emmanuel Macron untuk menetapkan istrinya, Brigitte Macron, sebagai Ibu Negara pertama bagi Prancis, menuai pro dan kontra.
Bisa dilihat di situs petisi daring Change.org, sudah lebih dari 261.000 orang yang menandatangani kecaman dan penolakan terhadap penyematan status tersebut bagi Brigitte. Petisi itu dipelopori oleh pelukis Prancis, Thierry Paul Valette. Ia beralasan, tidak ingin ada dana publik tambahan yang disisihkan untuk Ibu Negara. Ditambah lagi, pengangkatan Brigitte sebagai Ibu Negara tampak kontradiksi dengan kebijakan Macron yang mengharamkan nepotisme alias memilih saudara dan kerabat dekat untuk masuk ke jajaran pemerintahan.
Bagaimana nasib Brigitte ke depan, apakah dia akan menjadi Ibu Negara pertama bagi Prancis? Biar waktu yang menjawabnya. Sekarang, saatnya kita mengenal dulu lebih jauh tentang perempuan yang sedang dipolemikkan di Prancis ini.
1. Anak Pengusaha Cokelat
Toko cokelat keluarga Brigitte. (Foto: Denis Charlet/AFP/Getty Images)
Istri Presiden Emmanuel Macron terlahir dengan nama Brigitte Marie-Claude Trogneux. Dia adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Juga anak perempuan semata wayang orangtuanya.
Keluarga Brigitte sebagian besar tinggal di Prancis bagian utara. Ayah dan saudara-saudara lelakinya mengelola bisnis keluarga kecil-kecilan, yakni sebuah toko yang menjual cokelat. Usaha itu sudah diwariskan melalui lima generasi.