Korupsi Pembangunan Patung Yesus, Pejabat dan Rekanan Pemkab Tapanuli Utara Divonis 15 Bulan Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 21:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 08 340 1752218 korupsi-pembangunan-patung-yesus-pejabat-dan-rekanan-pemkab-tapanuli-utara-divonis-15-bulan-penjara-e7htcwBXVq.jpg 2 Terdakwa Korupsi Patung Yesus Divonis 15 Bulan Penjara (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, menjatuhkan pidana penjara selama 15 bulan kepada dua terdakwa dalam kasus korupsi proyek pembangunan patung Yesus di Desa Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Kedua terdakwa adalah Sondang M Pane selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Murni Alan Sinaga selaku pelaksana kegiatan (rekanan).

Keduanya dijatuhi hukuman penjara karena berdasarkan hasil pemeriksaan di persidangan, keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan korupsi pada pekerjaan konstruksi pembuatan patung Yesus senilai Rp6,2 miliar yang bersumber dari APBD Taput Tahun 2013.

Perbuatan mereka melanggar ketentuan pada Pasal 3 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain hukuman fisik, keduanya juga dijatuhi pidana denda masing-masing Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan," ucap Majelis hakim yang diketuai oleh hakim Nazar di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (8/8/2017).

Dalam kasus tersebut, kedua tersangka tidak lagi dibebankan mengganti kerugian negara yang mencapai Rp2,7 miliar akibat tindak pidana korupsi tersebut. Hal itu karena terdakwa Murni Alan Sinaga telah menitipkan dana senilai Rp.2 Miliar kepada kas Kejaksaan Negeri Tarutung.

“Uang yang dititipkan itu pun disita sebagai pengganti kerugian negara,” sebut Nazar lagi.

Menanggapi putusan tersebut, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan Simon Sihombing, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut.

Putusan ini sedikit lebih rendah dari tuntutan JPU Simon Sihombing masing-masing selama 1 tahun 6 bulan penjara. Selain penjara, JPU menuntut terdakwa Murni untuk membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Sementara terdakwa Sondang dituntut membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam perkara tersebut, Murni Alan Sinaga selaku pelaksana kegiatan pembuatan patung, tidak membuat dokumen As Built Drawing selama pekerjaan proyek tersebut. Terdakwa juga tidak menngetahui dan memahami tentang spesifikasi teknis dari pelaksanaan pembangunan patung Yesus, karena acuannya hanyalah berupa gambar tender.

Kemudian, terdakwa Murni membuat campuran percobaan untuk menentukan komposisi bahan adukan sesuai mutu karakteristik beton dan membawanya ke Laboratorium USU untuk uji mutu. Setelah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, Murni melanjutkan proses pengecoran.

Sementara terdakwa Sondang bersama dengan Tongam Hutabarat selaku Pengguna Anggaran (PA) mengetahui ada pembuatan casing dan rangka patung Yesus yang dikerjakan Luhut L Panjaitan. Tetapi dalam pengerjaan ini, Luhut malah memerintahkan orang lain yakni Supriaswoto.

Dalam pengerjaannya, pembuatan patung yang dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kabupaten Taput tersebut hanya selesai 55,88 persen. Sebab, casing patung tidak sesuai dengan pesanan dan spesifikasi yang tertuang di dalam kontrak.

Dimana dalam pembangunan tersebut harusnya menggunakan plat tembaga, namun yang digunakan Murni justru plat lembaga dicampur aluminium, sehingga terhadap penyedia barang dan jasa dilakukan pemutusan kontrak. Dari fakta di lapangan sisi mutu beton tidak memenuhi spesifikasi dan geometrik maka bangunan patung Yesus dikategorikan sebagai gagal konstruksi. Kegagalan itu menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,7 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini