VASA adalah kapal perang Swedia yang dibuat pada awal abad ke-17 atas pesanan Raja Gustav II Adolf dengan tujuan meningkatkan kekuatan militer kerajaannya. Saat itu, pembuatan Vasa dirasa penting karena Swedia tengah terlibat perang dengan Persemakmuran Lithuania dan Polandia.
Sayangnya, meski diharapkan menjadi kapal perang terkuat Swedia, Vasa tidak sempat terjun ke medan pertempuran. Kapal megah itu tenggelam dalam pelayaran perdananya, bukan karena tembakan meriam, melainkan karena hembusan angin.
Kisah mengenai Vasa, kapal perang megah Swedia dimulai pada Januari 1625 saat Raja Gustav II Adolf menyepakati kontrak dengan pembuat kapal Belanda, Henrik Hybertsson dan mitranya Arendt de Groote. Berdasarkan kontrak tersebut, Henrik dan Arendt harus membuat empat kapal baru untuk Gustav, salah satunya adalah Vasa.
Namun, pada 1627 di tengah proses pembuatan kapal, Henrik yang sebelumnya telah sakit parah akhirnya meninggal dunia. Pekerjaan Henrik kemudian diambil alih oleh asistennya Hein Jakobsson yang menjadi pimpinan proyek.
Dilansir dari Ancient Origin, Kamis (10/8/2017), Vasa diluncurkan pada musim semi 1627, di waktu yang hampir bersamaan dengan meninggalnya Henrik. Pembuatannya diselesaikan pada musim panas 1628. Kapal megah itu berukuran panjang 69 meter dan tinggi 50 meter diukur dari dasar sampai tiang tertingginya.
Dengan berat sekira 1.200 ton, serta dilengkapi 10 layar, 64 meriam, 120 ton pemberat dan ratusan patung, Vasa adalah pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat. Hanya saja, kapal megah itu memiliki sebuah masalah yang sama besarnya, ketidakstabilan.
Salah satu alasan yang menyebabkan munculnya masalah ini adalah perubahan yang terjadi pada Vasa sendiri. Dalam rencana awalnya, Henrik ingin membangun dua kapal kecil dan dua kapal besar. Awalnya, Vasa direncanakan sebagai kapal berukuran kecil. Tetapi, saat kapal itu selesai dibuat, Vasa justru menjadi sebuah kapal besar.