Duuh! Berikan Salam Nazi ketika Mabuk, Turis AS Ditangkap Polisi Jerman

Emirald Julio, Okezone · Senin 14 Agustus 2017 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 14 18 1755899 duuh-berikan-salam-nazi-ketika-mabuk-turis-as-ditangkap-polisi-jerman-Oo3qN0njNs.jpg Foto ilustrasi salam Nazi (Foto: Loopjamaica.com)

DRESDEN – Seorang turis asal Amerika Serikat (AS) ditangkap usai mabuk dan melakukan salam Nazi di Kota Dresden, Jerman, pada pekan lalu. Sebelum ditangkap, pria AS itu bahkan sempat terkena bogem mentah yang dilancarkan oleh warga Dresden yang geram dengan aksinya.

Sebagaimana dikutip dari UPI, Senin (14/8/2017), insiden itu terjadi pada Sabtu 12 Agustus 2017 pagi waktu setempat. Ketika ditahan oleh polisi Jerman, turis itu diketahui membawa lambang serta melakukan salam Nazi. Sekadar informasi, memiliki simbol atau mengekspresikan slogan yang memiliki hubungan dengan Nazi merupakan sebuah tindakan pelanggaran hukum di Jerman.

Pada saat di kantor polisi Kota Dresden, pria yang tak disebutkan namanya itu memiliki kandungan 0,0276% alkohol di darahnya. Turis itu menderita luka ringan akibat pemukulan dan saat ini polisi masih mencari pelaku pemukulan tersebut.

Hal yang hampir serupa terjadi beberapa waktu yang lalu terhadap turis China yang datang ke Berlin. Sepasang warga Negeri Tirai Bambu itu ditangkap karena memberikan salam Nazi di depan gedung Reichstag.

Keduanya kemudian dibebaskan setelah membayar denda. Tidak kira-kira, dua turis China itu harus membayar sekira Rp 7,8 juta per orangnya karena aksinya tersebut.

Juru bicara kepolisian Berlin mengungkap, kedua wisatawan China yang ditangkap berjenis kelamin pria. Mereka mengaku meniru gerak hormat Adolf Hitler tersebut hanya untuk keperluan foto.

Aturan Anti-nazi tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Strafgesetzbuch) Jerman pasal 86 A. Isinya melarang penggunaan simbol organisasi ikonstitusional di luar konteks seni atau sains, penelitian dan pengajaran. Larangan yang dimaksud menyangkut semua simbolisme Nazi dan merupakan bagian dari upaya denazifikasi setelah jatuhnya Third Reich.

Undang-undang tersebut melarang di antaranya, penyebaran atau penggunaan simbol-simbol oleh kelompok-kelompok yang tidak konstitusional secara umum. Simbol terlarang, meliputi bendera, lencana, seragam, slogan dan hormat ala Nazi.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini