Lebih lanjut, KPK berharap ada kepastian perkembangan penuntasan kasus teror penyiraman air keras ini setelah pihak polisi mendapatkan keterangan dari Novel Baswedan, pada hari ini.
"Kita berharap ada informasi yang diperlukan sehingga pihak kepolisian bisa mengungkap pelakunya," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Novel mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Solat Subuh di sebuah Masjid di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017, lalu.
Akibatnya, Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit mata di Singapura. Saat ini, Novel sudah dilakukan perawatan medis lebih dari tiga bulan di Rumah Sakit di Singapura.
Novel pun akan segera menjalani operasi besar terhadap mata kirinya tepat pada hari kemerdekaan RI, Jumat, 17 Agustus 2017. Novel ikhlas apapun yang akan terjadi terhadap matanya setelah dilakukan operasi besar oleh tim dokter.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.