nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Filipina Klaim Tiongkok Setuju Tidak Akan Bangun Fasilitas Baru di Laut China Selatan

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 19:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 15 18 1756587 filipina-klaim-china-setuju-tidak-akan-bangun-fasilitas-baru-di-lcs-tf7KBcoCEW.jpg Foto Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana (Foto: AFP)

MANILA – Filipina mengklaim China telah memberikan jaminannya untuk tidak akan membangun fasilitas atau meluaskan wilayahnya di Laut China Selatan (LCS). Klaim tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (17/8/2017), pada rapat dengar pendapat dengan Kongres Filipina, Lorenzana mengatakan bahwa perihal pendudukan lokasi baru di LCS, China dan Filipina mencapai ‘modus Vivendi’. Sekadar informasi, istilah ini diambil dari bahasa Latin yang berarti sepakat demi hidup berdampingan secara damai.

“Ada status quo sekarang yang sedang terjadi di LCS yang ditengahi oleh Menteri Luar Negeri. Menurutnya, pihak China tidak akan menduduki lokasi baru di LCS serta membangun struktur di Scarborough Shoal,” ujar Lorenzana di depan para anggota Kongres Filipina.

Scarborough Shoal disebut sebagai lokasi utama untuk memancing bagi nelayan Filipina dan China menutup akses ke sana sejak 2012 hingga 2016.

Menteri Pertahanan Filipina itu menegaskan, pihak Negeri Tirai Bambu tidak akan berani “macam-macam” terkait status quo di LCS. “Akan menjadi hal yang sangat serius jika China menempati pulau-pulau di sana,” kata Lorenzana.

Reuters mewartakan, Lorenzana sempat terdiam ketika anggota kongres membacakan laporan dari militer yang mengklaim ada lima kapal China yang muncul di dekat Pulau Thitu pada akhir pekan lalu. Salah satu anggota kongres, Gary Alejano, menyebut kapal-kapal China itu sempat memblokade kapal pengintaian laut milik Filipina selama dua hari di sana.

Pulau Thitu yang diklaim sebagai wilayah kedaulatan Filipina itu berlokasi di kepulauan Spratly. Pulau ini merupakan satu dari sembilan karang dan dangkalan yang Filipina tempati di wilayah Spratly.

China dilaporkan telah membangun tujuh pulau di wilayah sengketa LCS. Para pengamat mengklaim, tiga di antara tujuh pulau itu mampu menjadi lokasi pangkalan jet tempur. Pulau-pulau itu memiliki landasan pacu, radar, bahkan peluncur rudal. China beralasan hal itu dibutuhkan untuk pertahanan.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini