Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Duka di Balik Rumah Sakit Jiwa Pennhurst yang Angker

Emirald Julio , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |08:02 WIB
OKEZONE STORY: Duka di Balik Rumah Sakit Jiwa Pennhurst yang Angker
Suasana salah satu ruangan di Rumah Sakit Jiwa Pennhurst (Foto: Istimewa)
A
A
A

Pasien yang kasar acap kali disuntikkan obat penenang agar tidak menyerang pasien lainnya dan para staf. Namun hal yang mengerikan justru menimpa pasien agresif yang suka menggigit. Pasalnya, para staf Rumah Sakit Jiwa Pennhurst akan mencabut semua gigi pasien itu dan sebagai buktinya usai institusi itu tutup, pengunjung sering menemukan gigi manusia di sana.

Perlaku kejam terus terjadi hingga puluhan tahun semenjak rumah sakit jiwa itu dibuka. Namun berkat sebuah acara televisi yang ditayangkan pada 1968 mengenai institusi tersebut, banyak warga Negeri Paman Sam yang menuntut penutupan Rumah Sakit Jiwa Pennhurst.

Membutuhkan waktu 20 tahun dan langkah hukum tanpa henti hingga Rumah Sakit Jiwa Pennhurst ditutup pada 9 Desember 1987. Dengan kisah mengerikan di balik rumah sakit tersebut, banyak yang menyebut tempat itu sebagai “Neraka di Bumi” dan memicunya menjadi salah satu lokasi paling angker di Amerika Serikat.

Banyak pengunjung yang datang ke sana merasa mendengar suara-suara aneh hingga benda-benda yang bergerak dengan sendiri. Sempat ada orang-orang yang berusaha mereka mencari penampakan di sana. Salah satu rekaman yang paling terkenal adalah terdengarnya suara “Go away (Pergi)!”, “I’ll Kill You (Saya akan membunuhmu)” dan “Why wont you leave (Kenapa kamu enggan pergi)”? di rumah sakit tersebut tanpa terlihat siapa yang mengeluarkan suara-suara itu.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement