Namun, Hume akhirnya mendapat izin dari pemerintah setempat. Ia mengaku menggunakan cara yang manusiawi untuk mengumpulkan cula tersebut sehingga tidak menyakiti mereka.
Pelelangan sendiri diklaim akan mendapat banyak pembeli. Ketua Asosiasi Pemilik Badak Swasta, Pelham Jones, mengatakan kepada AFP, masyarakat Asia yang tinggal di Afrika menjadi pembeli paling potensial. Sebab, tanduk badak sangat berharga di Asia. Harga cula badak melebihi emas atau kokain, yakni mencapai USD60 ribu atau sekira Rp800 juta per kilogram.
Tak heran jika tanduk badak dibanderol dengan harga mahal. Pasalnya, cula badak memiliki banyak manfaat. Di China dan Vietnam, tanduk badak biasanya digunakan untuk obat penambah stamina, peningkat gairah seksual (aprodisiak) serta ramuan untuk mengobati kanker.
Belum diketahui harga yang akan dibuka untuk melelang cula badak tersebut. Namun, penawar yang akan mengikuti lelang ini harus membayar 100 ribu rand sekira Rp99 juta untuk mendaftar.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.