Menurut konservator di museum itu, Claire Reed, kejadian ini sungguh mengerikan. Saat barang itu hancur, petugas mendengar bunyi keras yang menandakan hal buruk terjadi. Mereka tak percaya dan kesal saat melihatnya.
“Staf mendengar bunyi gedebuk dan itu adalah indikasi pertama bahwa ada sesuatu yang terjadi,” kata Reed, sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis (24/8/2017) .
Meski tak ditutup oleh plastik, menurut Reed tidak seharusnya wanita itu berani meletakkan anaknya di peti mati tersebut. Sejak dipamerkan pada 1920-an, peristiwa ini baru pertama kalinya terjadi.
“Meskipun sudah dalam tiga bagian, peti mati batu pasir telah dipamerkan sejak 1920-an dan tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya,” tuturnya.
Kejadian ini tentu sangat disayangkan. Pasalnya, peti mati yang ditemukan di halaman biara pada 1921 itu merupakan salah satu koleksi berharga di museum Prittlewell Priory. Saat ditemukan, peti mati itu masih menyimpan kerangka yang diduga seorang biarawan.