Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE FILES: Pernah ke Waduk Jatiluhur? Mesti Tahu Sejarah Pembangunannya

Hantoro , Jurnalis-Jum'at, 25 Agustus 2017 |07:31 WIB
OKEZONE FILES: Pernah ke Waduk Jatiluhur? Mesti Tahu Sejarah Pembangunannya
Waduk Jatiluhur. (Foto: Ist)
A
A
A

Di bangunannya terpasang enam turbin dengan daya 187 megawatt dan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahunnya. Bendungan Jatiluhur bisa menyediakan air irigasi untuk sebanyak 242.000 hektare sawah dalam dua kali tanam di setiap tahunnya serta bahan baku air minum, budi daya perikanan, dan pengendali banjir yang dikelola Perum Jasa Tirta II.

Berdasarkan keterangan berbagai sumber yang dikutip Okezone, Jumat (25/8/2017), pembangunan Waduk Jatiluhur diawali usai Perang Dunia II. Seiring peningkatan populasi penduduk yang makin besar, kebutuhan pangan dan listrik untuk rumah tangga maupun industri meningkat pesat. Pemerintah Indonesia memutuskan membangun waduk besar di utara Provinsi Jawa Barat guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Pembangunannya kemudian diketahui diberi nama 'Jatiluhur Multipurpose Project'. Setelah selesai, barulah dinamakan Bendungan dan Pembangkit Listrik Ir H Djuanda. Waduk Jatiluhur pada dasarnya dibuat untuk keperluan irigasi dan listrik, namun ternyata memiliki tujuan lain yakni memasok air baku, pengendalian banjir, perikanan darat, dan pariwisata.

Bendungan ini saat mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh presiden pertama RI Ir Soekarno. Tanggal 19 September 1965 merupakan kunjungan terakhir Bung Karno ke Bendungan Jatiluhur, yakni 11 hari sebelum pecahnya peristiwa G 30 S PKI. Dalam kesempatan tersebut sempat dilaksanakan Sidang Kabinet Dwikora. Tapi peristiwa ini juga berdampak dengan terhentinya penyelesaian pembangunan karena muncul pemberontakan.

(Baca: Atraksi Wisata yang Dapat Dinikmati saat Berlibur ke Waduk Jatiluhur)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement