Image

Kisah! Belasan Tahun Jualan Pecel untuk Umrah, Warga Jambi Ini Malah Ditipu First Travel

ant, Jurnalis · Kamis, 31 Agustus 2017 - 13:53 WIB
Kantor First Travel. (Foto: Antara) Kantor First Travel. (Foto: Antara)

JAMBI - Sebanyak 6 orang warga Kota Jambi yang jadi korban penipuan ibadah umroh yang dilakukan biro perjalanan First Travel mengaku binggung ke mana harus melaporkan kasus ini.

Salah satu korban, Parmiliyani (60), di Jambi Kamis (31/8/2017)mengatakan, dirinya dan anaknya bernama Rahmad Hakim (26) binggung mau melapor ke mana. "Saya dan anak saya, serta dua pasangan suami istri lainnya juga warga Kota Jambi, binggung mau melaporkan kasus itu ke mana, karena semua urusan umrah mereka diurus di Jakarta," katanya kepada wartawan.

Keenam warga Kota Jambi yang menjadi korban penipuan paket ibadah umroh dari First Travel tersebut, dalah Parmiliyani dan anaknya Rahmad, kemudian sua pasangan suami istri lainnya Harry dan istri serta Syahria dan istri.

Sampai saat ini korban belum bisa mendapatkan kepastian kapan jadwal mereka akan diberangkatkan umrah oleh First Travel yang kini kasusnya ditangani Mabes Polri.

Parmiliyani adalah warga RT 05, Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur. Untuk berangkat umrah, dirinya harus menabung uang hasil jualan pecel keliling kampung selama belasan tahun ditambah dengan uang tabungan anaknya. Sayang, semua usahanya itu berbuah pahit setelah jadi korban penipuan.

(Baca juga: Kisah Haru Maman dan Emi, 6 Tahun Menabung untuk Umrah, Ternyata Ditipu First Travel)

"Saya selama ini harus berjualan pecel keliling dengan gerobak, Pak, agar bisa menabung untuk biaya umrah dan sampai saat ini kita hanya bisa pasrah menerima pemberlakuan biro perjalanan tersebut dan saya juga binggung mau melapor atau mengadu ke mana lagi, sementara uang sudah dilunasi untuk ikut umrah oleh anak," katanya.

Korban menunjukkan bukti kwitansi pembayaran pelunasan uang ibadah umrah sebesar Rp14.443.000 per orang melalui nomor rekening First Travel tertanggal 15 Januari 2017 dan sampai saat ini belum ada kejelasan untuk berangkat umrah bersama anaknya Rahmad Hakim yang kini bekerja di Kalimantan.

Untuk saat ini yang diterima oleh korban Parmiliyani atas kasus umroh First Travel tersebut adalah koper pakaian berlogo First Travel, serta perlengkapan umrah lainnya, namun sampai saat ini belum ada kepastian untuk berangkat umrah.

Para korban berharap di Jambi akan ada tempat atau posko pengaduan korban First Travel, seperti di beberapa daerah lainnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming