Latihan peluncuran rudal ini dilakukan setelah Kepala Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis, memperingatkan bahwa tindakan yang dilakukan Korut akan memicu adanya tanggapan militer dalam skala besar. Pasalnya, bom hidrogen yang diuji coba Korut kali ini, memiliki cakupan jarak yang terbilang jauh. Sehingga, tak hanya mengancam negara di sekitar Korut, tapi juga negara yang jaraknya jauh dari sana.
Korea Selatan dan AS pun sepakat untuk membuat persiapan sejak dini. Negeri Ginseng akan melipatgandakan muatan maksimum rudal balistiknya dan terus melakukan latihan.
BACA JUGA: Astaga! Korut Klaim Lakukan Uji Coba Nuklir Keenam
Tindakan yang dilakukan Korut pada kemarin ini memang mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, uji coba peluncuran rudal tak hanya dilakukan kali ini. Pada Selasa 29 Agustus 2017, Korut juga meluncurkan rudal ke perairan Hokkaido, Jepang.
Sanksi telah diberikan PBB atas tindakan yang terus-menerus dilakukan oleh Korut tersebut. Namun, Pyongyang terus menolaknya dan tetap melakukan pengembangan dan peluncuran rudal. Pertemuan darurat juga langsung dilakukan Dewan Keamanan PBB pada Senin (4/9/2017) untuk membahas tindakan yang harus dilakukan kepada Korut guna menjaga keamanan masyarakat di sekitar wilayah tersebut serta di dunia. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.