Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gawat! 2 Hari Pasca-Uji Bom Hidrogen, Korut Dicurigai akan Luncurkan Rudal Lagi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 05 September 2017 |15:01 WIB
Gawat! 2 Hari Pasca-Uji Bom Hidrogen, Korut Dicurigai akan Luncurkan Rudal Lagi
Warga Korsel menyaksikan laporan mengenai uji coba bom hidrogen Korut di stasiun kereta bawah tanah di Seoul, 3 September 2017. (Foto: Reuters)
A
A
A

SEOUL – Korea Utara (Korut) diperkirakan akan kembali meluncurkan rudal balistik jarak jauhnya dalam waktu dekat setelah muncul laporan yang menyebutkan Pyongyang telah memindahkan  rudal-rudalnya sebagai persiapan. Laporan tersebut muncul hanya berselang dua hari setelah Korut melakukan uji coba bom hidrogen yang didesain untuk dapat ditempatkan pada rudal balistik.

BACA JUGA: Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!

Surat kabar Asia Business Daily dari Korea Selatan (Korsel) mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya melaporkan bahwa militer Korut terlihat memindahkan roket yang diduga sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) ke wilayah pantai barat. Roket-roket tersebut mulai dipindahkan pada Senin, 4 September dan hanya bergerak pada malam hari untuk menghindari pantauan.

Kementerian Pertahanan Korsel dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (5/9/2017) menyatakan belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut. Namun, pihak Korsel telah memberikan peringatan bahwa Korut dapat meluncurkan ICBM kapan saja mereka mau.

Pada Juli, dua ICBM yang diuji coba Korut mampu terbang sejauh 10 ribu kilometer yang berarti dapat menjangkau beberapa bagian dari daratan Amerika Serikat (AS). Kemampuan ICBM tersebut sempat mengejutkan pejabat AS dan memicu dijatuhkannya sanksi baru terhadap Korut.

BACA JUGA: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut

Menanggapi uji coba nuklir terbaru yang digelar Korut pada Minggu, 3 September, Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Korsel Moon Jae-in dan Kanselir Jerman, Angela Merkel melalui telefon. Menyusul pembicaraan tersebut, Gedung Putih menyatakan semua opsi untuk menjawab ancaman Korut telah tersedia dan siap dilaksanakan, termasuk dengan kekuatan militer.

Korsel juga tengah meningkatkan kapabilitas pertahanannya dan meminta Washington untuk mengirimkan kapal induk serta pesawat pengebom strategisnya ke Semenanjung Korea.     

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement