Setya Novanto Ajukan Praperadilan, Bamsoet: Lumrah Saja, Tidak Ada Masalah!

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 05 September 2017 15:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 05 337 1769714 setya-novanto-ajukan-praperadilan-bamsoet-lumrah-saja-tidak-ada-masalah-FW91ZE8Heo.jpg Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai lumrah bila Ketua DPR, Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Ya lumrah-lumrah saja tidak ada masalah," ujar pria yang kerap disapa Bamsoet itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

Politikus Partai Golkar itu menganggap praperadilan merupakan hak atau peluang yang dimiliki setiap orang yang terjerat suatu kasus.

"Kan udah banyak juga yang mengajukan ada yang menang ada yang kalah. Menurut saya wajar bukan hanya Pak Novanto tapi yang lain mengajukan praperadilan," jelasnya.

Bambang yang juga anggota Pansus Hak Angket KPK itu memastikan proses praperadilan tak akan mempengaruhi kerja Pansus Hak Angket KPK. Meskipun, lanjut Bambang, awal mula dibentuknya Pansus Hak Angket KPK adalah persoalan kasus e-KTP yang melibatkan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani.

"Pansus ini berjalan, ada atau tidak ada kasus e-KTP sebenarnya pansus ini berjalan. Tidak ada kaitannya. Walaupun kemarin pemicunya soal Miryam tapi tidak terkait langsung dengan soal e-KTP," tegasnya.

Diketahui Ketua DPR, Setya Novanto resmi mengajukan gugatan praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan praperadilan tersebut diajukan pada Senin, 4 September 2017.

"Setya Novanto sudah mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan tanggal 4 September 2017," kata Kepala Humas PN Jakarta Selatan (Jaksel), I Made Sutrisna melalui pesan singkatnya, Selasa 5 September 2017.

Gugatan tersebut diajukan oleh tim Advokasi Setya Novanto dan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakata Selatan dengan nomor surat praperadilan 97/Pid.Prap/2017/PN.Jak.Sel. Sementara PN Jaksel baru memproses surat tersebut dan saat ini sudah ditentukan hakim tunggal yang akan memimpin jalannya persidangan. Hanya saja, belum ada jadwal persidangan untuk gugatan praperadilan tersebut.

"Baru ada penunjukan hakimnya, Hakim Chepi Iskandar, tapi belum ditentukan hari sidangnya kapan," tuturnya.

‎Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012.

Atas perbuatannya, Setya Novanto disangkakan melanggar Pasal 3 Ayat (1) atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 5 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini