Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Tak Akan Izinkan Aksi di Candi Borobudur, Ini Pernyataan Kapolri Jenderal Tito

Febrianto , Jurnalis-Rabu, 06 September 2017 |05:05 WIB
Polisi Tak Akan Izinkan Aksi di Candi Borobudur, Ini Pernyataan Kapolri Jenderal Tito
A
A
A

Polisi Tak Akan Izinkan Aksi di Candi Borobudur, Ini Pernyataan Kapolri Jenderal Tito
JAKARTA - Rencana aksi Laskar dan Ormas Islam melaksanakan aksi damai terkait tragedi kemanusian warga Rohingya di Candi Borobudur sepertinya takkan berjalan mulus. Polisi secara tegas melarang rencana aksi tersebut karana merupakan objek vital negara dan wilayah cagar budaya.
"Itu tempat turis internasional berkunjung. Kemudian candi Borobudur juga jadi world heritage, warisan dunia," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017)..
Menurut Tito, Borobudur merupakan objek vital dan wilayah cagar budaya. Kapolri mengaku sudah meminta Kapolda Jawa Tengah agar tegas melarang aksi yang rencananya akan di gelar di candi ini.
Selain akan mengganggu ketenangan, rencana demonstrasi tersebut juga dianggap akan menjadi sorotan turis asing. 
"Aksi di Borobudur dilarang. Saya sudah perintahkan Kapolda Jateng jangan diizinkan (aksi). Caranya jangan terima surat pemberitahuan karena ini objek vital," kata Tito.
Selain itu, menurut Jenderal bintang empat tersebut, konflik yang terjadi di etnis Rohingya juga bukan masalah keagamaan. Terlebih Kapolri menyebut, perwakilan umat Budha Indonesia (Walubi) sudah mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas mengecam pemerintah Myanmar.
"Ini bukan persoalan antara masyarakat Budha, Indonesia, apalagi dengan masyarakat Islam, tidak. Ini permasalahan pemerintah yang berkuasa dengan kelompok etnis yang dianggap melakukan penyerangan terhadap pemerintahnya," tuturnya. 
Sebelumnya diberitakan, ratusan Laskar dan Ormas Islam akan melaksanakan aksi damai bertujuan mendesak dunia internasional turun tangan membantu warga Rohingya di Myanmar. (feb)

JAKARTA - Rencana aksi Laskar dan Ormas Islam melaksanakan aksi damai terkait tragedi kemanusian warga Rohingya di Candi Borobudur sepertinya takkan berjalan mulus. Polisi secara tegas melarang rencana aksi tersebut karena merupakan objek vital negara dan wilayah cagar budaya.

"Itu tempat turis internasional berkunjung. Kemudian candi Borobudur juga jadi world heritage, warisan dunia," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

Menurut Tito, Borobudur merupakan objek vital dan wilayah cagar budaya. Kapolri mengaku sudah meminta Kapolda Jawa Tengah agar tegas melarang aksi yang rencananya akan di gelar di candi ini.

Selain akan mengganggu ketenangan, rencana demonstrasi tersebut juga dianggap akan menjadi sorotan turis asing. 

"Aksi di Borobudur dilarang. Saya sudah perintahkan Kapolda Jateng jangan diizinkan (aksi). Caranya jangan terima surat pemberitahuan karena ini objek vital," kata Tito.

Selain itu, menurut Jenderal bintang empat tersebut, konflik yang terjadi di etnis Rohingya juga bukan masalah keagamaan. Terlebih Kapolri menyebut, perwakilan umat Budha Indonesia (Walubi) sudah mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas mengecam pemerintah Myanmar.

"Ini bukan persoalan antara masyarakat Budha, Indonesia, apalagi dengan masyarakat Islam, tidak. Ini permasalahan pemerintah yang berkuasa dengan kelompok etnis yang dianggap melakukan penyerangan terhadap pemerintahnya," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, ratusan Laskar dan Ormas Islam akan melaksanakan aksi damai bertujuan mendesak dunia internasional turun tangan membantu warga Rohingya di Myanmar. (feb)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement