MAGELANG - Polisi menjaga ketat Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tegah, menyusul beredarnya informasi akan digelarnya aksi solidaritas terhadap Muslim Rohingya di kawasan candi tersebut. Seluruh pintu masuk candi dijaga personel polisi untuk mencegah massa memasukinya.
"Ada pintu masuk sejumlah 11 di Candi Borobudur, semuanya dijaga oleh anggota. Termasuk pintu 7 yang menuju taman. Di situ ditempatkan banyak anggota. Selain itu, juga ada anggota yang bersiaga di dalam kawasan candi," ujar Kasubag Humas Polres Magelang, AKP Santoso, Kamis (7/9/2017).
Baca Juga: Jelang Aksi Solidaritas Rohingya di Borobudur, Polda DIY Siaga Satu
Pengamanan melibatkan ribuan aparat gabungan dari TNI dan Polri. Polda Jateng mengerahkan 22 SSK (satuan setingkat kompi) atau sekira 2.200 anggota. Sementara dari TNI menerjunkan tiga SSK atau 300 personel. Sehingga jumlah aparat yang bersiaga sebanyak 2.500 orang.
"Personel ada yang ditempatkan di perbatasan di antaranya, Salam, Secang, maupun di Ngablak daerah Salatiga. Jika nanti ada massa maka diimbau untuk tidak ke Borobudur tapi menggelar doa di daerah ring 3," jelasnya.
Baca Juga: Pengungsi Rohingya: Jangan Membuat Kami Menderita!
Sekadar diketahui, Polda Jateng menetapkan status Siaga I selama tiga hari sejak Kamis-Sabtu 7-9 September, untuk mengantisipasi kelompok massa yang hendak berunjuk rasa di Candi Borobudur. Dalam seruan yang beredar melalui media sosial, aksi itu sebagai bentuk solidaritas atas krisis yang melanda muslim Rohingya di Myanmar.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.