Share

Diprotes karena Terpilih Aklamasi, Halimah Yacob: Saya Presiden untuk Semua Orang

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 13 September 2017 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 13 18 1775034 diprotes-karena-terpilih-aklamasi-halimah-yacob-saya-presiden-untuk-semua-orang-ERuXjzbCxy.jpg Presiden Singapura terpilih Halimah Yacob (Foto: Wallace Woon/EPA)

SINGAPURA – Nama Halimah Yacob tengah mencuat dalam dua hari terakhir. Sebab, perempuan berusia 63 tahun itu baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Singapura. Yang lebih menarik lagi, sang presiden terpilih memiliki latar belakang etnis Melayu yang menjadi minoritas.

BACA JUGA: Mantap! Singapura Lantik Presiden Perempuan Pertama Berhijab dari Etnis Melayu

Mantan Ketua Parlemen itu tidak harus melewati proses pemilihan umum (pemilu) setelah otoritas memutuskan rival-rivalnya tidak layak sebagai kandidat presiden. Terpilihnya Halimah Yacob justru memicu kemarahan dari warga Singapura di media sosial.

“Terpilih tanpa melewati pemilihan umum. Sebuah lelucon,” tulis seorang pengguna Facebook bernama Pat Eng, mengutip dari The Guardian, Rabu (13/9/2017).

BACA JUGA: Mantan Penjual Nasi Padang, Ini Sosok Perempuan Melayu Berhijab Pertama yang Jadi Presiden Singapura

Pengguna Facebook lain bernama Joel Kong menolak menyebut Halimah Yacob sebagai presiden meski sudah resmi dilantik kelak. Sejumlah unggahan di media sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut juga diimbuhi tanda pagar (tagar) #BukanPresidenSaya.

Penolakan tersebut sampai juga ke telinga Halimah Yacob. Mantan anggota Partai Aksi Rakyat itu berusaha menepis keraguan mengenai proses pemilihan dalam sebuah pidato di hadapan pendukungnya setelah dinyatakan sebagai presiden terpilih.

“Saya adalah presiden untuk semua orang. Meski tidak ada pemilihan umum, komitmen saya untuk melayani Anda tetap sama,” tandas Halimah Yacob.

BACA JUGA: Halimah Yacob Jadi Presiden Singapura, Perempuan Melayu Berhijab Itu Dilantik Besok

Otoritas Singapura memilih Halimah Yacob bukan tanpa alasan. Otoritas telah memutuskan hanya akan mengizinkan para kandidat presiden dari latar belakang etnis Melayu, termasuk Halimah. Hal itu dilakukan demi merawat harmoni dalam keberagaman di negara pulau tersebut. Etnis Melayu sendiri diketahui sebagai minoritas di Negeri Singa yang didominasi etnis Tionghoa.

Meski menjabat sebagai Presiden Singapura, kekuasaan Halimah kelak akan terbatas, yaitu hanya sebagai kepala negara. Akan tetapi, sosok seorang presiden sebagai kepala negara sangat berperan ketika terjadi ketegangan di antara elite-elite pemerintahan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini