OKEZONE STORY: Pablo Escobar, Gembong Narkoba yang Tak Sengaja Kembangkan Populasi Kuda Nil di Tanah Amerika

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Minggu 17 September 2017 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 16 18 1777164 okezone-story-pablo-escobar-gembong-narkoba-yang-tak-sengaja-kembangkan-populasi-kuda-nil-di-tanah-amerika-XxjyCrEsXd.jpg Pablo Escobar. (Foto: The Vintage News)

KUDA Nil merupakan mamalia darat terbesar ketiga di dunia. Hewan asli Afrika ini memiliki panjang tubuh maksimal hingga sekira 5 meter dan mampu memiliki bobot  hingga lebih dari 1.000 kilogram (kg). Meski memiliki bobot tubuh yang besar, nyatanya kuda nil merupakan perenang yang sangat baik dan menghabiskan hari-hari mereka di air.

Meski kuda nil nampak seperti hewan yang menyenangkan dan tenang, mamalia ini justru menjadi salah satu hewan paling agresif di planet ini. Selain kerap bertarung dengan kawanannya sendiri, kuda nil juga dikenal tak segan menyerang manusia. Setiap tahun, hampir 3.000 orang meninggal akibat serangan kuda nil dan ngka ini membuat hewan gembul itu lebih mematikan daripada ular atau singa.

Kuda nil bisa ditemukan di 29 negara di Benua Afrika. Namun, beberapa tahun yang lalu, kuda nil ditemukan berkeliaran bebas di benua lain yang jauh dari Afrika yakni di Kolombia. Penduduk setempat yang menemukan kuda nil diketahui melaporkan penemuannya ke pihak berwenang tentang binatang aneh yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Secara mengejutkan, kuda nil ditemukan sekira lebih dari 9.000 kilometer (km) jauhnya dari asal tanah kelahiran mereka karena ulah seorang pria. Pria tersebut diketahui merupakan seorang penjahat terkenal yaitu Pablo Escobar. Pria tersebut merupakan seorang gembong narkoba yang sempat menguasai 80% perdagangan kokain dunia di masa kejayaannya.

Escobar bahkan sempat tercatat sebagai orang terkaya ketujuh di dunia versi majalah Forbes. Menjadi kaya membuat pria yang lahir dan besar di Medellin, Kolombia itu membangun dan membeli sesuatu di luar normal. Pada 1978, Escobar membangun rumah mewah dengan halaman yang luas di tanah kelahirannya. Istananya ini kemudian dinamai Hacienda Napoles.

Fasilitas mewah menghiasi Hacienda Napoles termasuk sebuah landasan pacu pesawat terbang tepat di samping bangunan rumah. Sebuah helipad juga dibangun untuk mengakomodasi tamu-tamu Escobar. Hacienda Napoles juga memiliki 14 danau buatan dan menjadi tempat bagi teman-temannya untuk bermain ski air dan bersenang-senang.

Dan yang tak kalah mencengangkan, Pablo Escobar juga mendirikan kebun binatang pribadi. Koleksi di kebun binatangnya yaitu terdiri dari gajah, jerapah, burung unta dan kuda nil. Escobar diketahui memiliki 4 kuda nil yang terdiri dari 1 kuda nil jantan dan 3 betina. Mamalia tersebut didapatkan Escobar secara ilegal dan diselundupkan melalui Amerika Serikat (AS).

Hacienda Napoles terbukti menjadi habitat yang sangat baik untuk mamalia besar tersebut. Istana sang gembong narkoba itu menyediakan air dan rumput yang mencukupi ditambah cuaca panas sesuai dengan cuaca di tempat asal mereka. Saat Escobar masih hidup, hewan-hewan itu diurus dengan baik, dan ia pun membuka pintu kebun binatang untuk pengunjung umum.

Bus yang mengangkut anak-anak selalu memadati kediaman Escobar setiap harinya. Hal ini memperkuat reputasinya sebagai sebagai Robin Hood modern karena membantu orang miskin di Medellin. Tapi semuanya berubah ketika Otoritas Kolombia mengumumkan perang terhadap penjahat terkenal itu. Ketika Escobar melarikan diri dari Hacienda Napoles dan menjadi buronan, binatang-binatang kebun binatang dibiarkan kelaparan.

Beruntung karena istana Escobar kemudian disita oleh Pemerintah Kolombia. Setelah Escobar tewas, hewan-hewan tersebut dikirim ke kebun binatang di seluruh negeri. Namun hal ini tidak berlaku untuk kuda nil. Pihak berwenang berdalih bahwa kuda nil terlalu berbahaya dan besar untuk dievakuasi hingga mereka memutuskan untuk meninggalkan si mamalia itu.

Ditinggalkan begitu saja, membuat kuda nil-kuda nil tersebut menghancurkan pagar dan melarikan diri ke padang gurun Kolombia. Siapa sangka, dengan hidup di alam liar, 4 kuda nil milik Escobar itu mulai berkembang biak. Diperkiraan ada sekira 40 kuda nil saat ini tinggal di Kolombia. Tercatat, 26 kuda nil masih berada wilayah Hacienda Napoles, sementara yang lainnya menemukan rumah baru di hutan Kolombia.

Menurut para ahli, jumlah kuda nil bisa mencapai 100 dalam kurun waktu 10 tahun. Para pemerhati lingkungan khawatir bahwa binatang yang tidak biasa di Benua Amerika tersebut mungkin membawa destabilisasi flora dan fauna di Kolombia, mengingat kuda nil yang sangat dominan dan agresif. Terdapat beberapa kasus di mana kuda nil merusak lahan pertanian dan rumah warga. Hal ini membuat orang-orang ketakutan dan melapor ke pihak berwenang. Inilah yang kemudian membuat kisah Escobar dan kuda nilnya tersebar di seluruh dunia.

Saat ini, mamalia besar tersebut menjadi objek wisata, dengan banyak orang mengunjungi habitatnya. Pada 2010, National Geographic membuat sebuah film dokumenter tentang kuda nil yang berjudul Cocaine Hippos. Pemerintah lalu mengambil tindakan pencegahan dan mengebiri beberapa kuda nil untuk mengendalikan reproduksi mereka. Penduduk setempat mulai menyukai kuda nil, meskipun mereka mungkin adalah salah satu hewan paling berbahaya di dunia.

Kuda nil di Kolombia sendiri belum melukai satu manusia pun sejauh ini. Keluarga Escobar sempat melawan pemerintah Kolombia atas Hacienda Napoles, namun pada akhirnya mereka kalah. Hacienda kini telah diubah menjadi taman hiburan. Kuda nil karismatik masih menjadi yang paling populer di kawasan ini, dan juga berfungsi sebagai pengingat atau simbol akan kekuatan dan kekayaan Pablo Escobar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini