Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pegawai Pemprov Riau Ditangkap Gara-Gara Tipu 70 CPNS, Begini Modusnya Perdayai Korban

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2017 |02:22 WIB
Pegawai Pemprov Riau Ditangkap Gara-Gara Tipu 70 CPNS, Begini Modusnya Perdayai Korban
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

PEKANBARU - Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan impian banyak orang. Inilah yang dimanfaat Anthoni Lutfhi (48) warga Pekanbaru, Riau. Berjanji bisa menguruskan warga untuk menjadi PNS atau honorer, dia meraup keuntungan ratusan juta rupiah.

Anthoni Lutphi merupakan PNS di lingkungan Pemprov Riau. Dia diketahui sudah melakukan penipuan sebanyak 70 orang dengan iming-iming menjadikan seseorang pegawai.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Fajri menjelaskan, aksi penipuan yang dilakukan Anthoni tercium aparat kepolisian setelah salah satu korbannya melapor. "Setelah mendapatkan laporan, kita menangkap tersangka. Ternyata korbannya tidak satu melainkan sudah 70 orang,"ucap Fajri Jumat (15/9/2017).

Untuk korbannya, tersangka memasang tarif antara Rp2 juta sebagai yang terendah hingga Rp70 juta tarif tertinggi. Semua tergantung dari status dan dinas mana yang akan dipilih.

Mengapa sampai orang percaya? Ternyata Anthoni mengaku kenal dan akrab dengan para pejabat penting di lingkungan Pemprov Riau. Semua itu dilakukan untuk mengelabui dan meyakinkan para korbannya.

Tidak sendiri, Anthoni selalu dibantu oleh beberapa anak buahnya. Dimana peran mereka ikut membantu mencari warga yang tergiur masuk PNS atau honorer.

"Kita masih memburu tiga orang yang disebut tersangka membantu aksinya. Kita sudah menyita 5 kwitansi hasil menyetoran uang para korbannya,"tukasnya.

Fajri menerangkan, bahwa aksi penipuan yang dilakukan komplotan ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Tidak satupun orang yang diurusnya sampai saat ini bekerja sebagai honorer maupun PNS.

Sementara itu Anthoni mengaku, selama menjalankan bisnis 'haramnya' dia sering bolos dinas. Waktunya dihabiskan untuk mencari 'mangsa'.

"Saya sering tidak masuk kerja. Saya cari sampingan untuk meyakinkan siapa saja yang ingin jadi pegawai Pemprov Riau. Saya dibantu oleh teman saya, mereka akan saya fee jika menemukan orang yang ingin menjadi honorer maupun CPNS," ucapnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement