SUBANG - Ngaruwat bumi, sebuah tradisi yang biasa dilakukan sebagian masyarakat Jawa barat untuk menyambut tahun baru islam. Ngaruwat bumi dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang telah diberikan Allah kepada mereka.
Menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, ritual ngaruwat bumi yang kental dengan unsur adat dan kebudayaan dapat dijadikan daya tarik wisata jika dikelola dengan baik.
"Tradisi masyarakat desa ini bisa menjadi potensi wisata yang sangat bagus jika dikelola dengan baik," ujar Dedi di sela-sela menghadiri undangan masyarakat Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Rabu (20/9/2017).
Dedi mengatakan, ritual ngaruwat bumi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Sebab, berbagai nilai kebudayaan dan religi tumbuh dari ritual ini.
"Ini merupakan warisan leluhur kita. Makanya perlu dilestarikan dengan baik. Karena dari sini lah tempat tumbuhnya akar kebudayaan, secara religi juga ini merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen warga masyarakat," katanya.