"Jika ada permintaan dari pihak GBK baru kami bisa masuk (menindak preman yang melakukan pungli)," kata Sigit.
Seperti diketahui, Rojikin seorang pengemudi bus menyatakan kecewa atas pelayanan pengelola. Pasalnya, ia dimintai uang oleh pria bertato sebesar Rp20 ribu untuk parkir tanpa ada tanda bukti. Padahal, Rojikin sudah membayar parkir di pintu masuk sebesar Rp40 ribu.
"Saya bayar tiket di depan Rp40 ribu, terus kata petugas loket sudah tak ada bayar lagi di dalam. Tapi saat ke tempat parkir saya diminta bayar Rp20 ribu. Udah gitu mintanya maksa, kaya memalak," katanya.
Mendapatkan perlakuan seperti itu, Rojikin langsung melaporkan kepada petugas keamanan sekitar. Namun, bukannya ditindak, petugas malah menyarankan agar menuruti permintaan pria bertato yang diduga preman itu.
(Arief Setyadi )