JAKARTA - Kontroversi soal film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang kembali diperdebatkan turut memancing reaksi dari Jajang C. Noer, aktris senior Indonesia yang juga istri dari Arifin C. Noer, sutradara kawakan Indonesia yang menggarap film ini.
Jajang mengatakan, ada alasan kuat yang mendasari keputusan Arifin untuk menggarap proyek film yang mengangkat peristiwa kelam tahun 1965 itu ke layar pertunjukan.
"Karena maksudnya Mas Arifin itu kan untuk anak cucu, untuk kamu-kamu ini yang dulu itu belum lahir. Nah, itulah. Jadi berdasarkan info yang ada pada saat itu," ungkap Jajang saat ditemui Okezone belum lama ini.
Terkait kontroversi terkait kesesuaian film garapan Arifin dengan kesesuaian sejarah yang terjadi, Jajang mengaku tak ambil pusing. Menurutnya, berbagai perbedaan reaksi yang timbul dari film ini merupakan hal yang wajar, mengingat sejarah adalah sebuah objek yang selalu terbuka untuk perdebatan.
"Orang semua bisa saja punya pendapat. Sejarah pun itu bisa ada beberapa pendapat. Dilihat dari segi mana," kata Jajang.
Yang jelas, Jajang menegaskan, selama proses produksi, Arifin dan seluruh tim produksi telah menjaga independensinya. Artinya, tidak rekayasa yang sengaja dilakukan oleh tim produksi dalam penggarapan film rilisan tahun 1984 ini.
"Nah, Mas Arifin ini membuatnya berdasarkan info yang ada pada saat itu. Info resmi. Informasi yang sudah diberitahu kepada kami, masyarakat. Dan itu sampai dicek ke Cornel Papers. Jadi ya berdasar itu, tidak ada direkayasa-direkayasa," terang Jajang.
(ydp)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.