KARANGASEM - Semenjak ditetapkannya status Gunung Agung menjadi awas, semua warga Karangasem berbondong-bondong untuk mengungsi. Termasuk dokter-dokter Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, setengah dari personel RSUD Karangasem telah hilang lantaran ikut mengungsi. "Mereka ikut mengungsi lantaran banyaknya berita hoax yang beredar saat ini," ujarnya di Karangasem, Sabtu (23/9/2017).
Dia mengaku, sudah membujuk para dokter untuk kembali bekerja seperti biasanya. "Kami sudah meminta mereka untuk kembali. Dan mereka mau mengerjakan tugasnya," katanya.
Suarjaya mengatakan, untuk menanggapi situasi Gunung Agung saat ini pihaknya sudah menurunkan empat mobil kesehatan yang mobile. "Untuk ambulans juga semuanya sudah siap. Kami ada mobil yang keliling untuk ke posko-posko," tuturnya.
Baca juga: Wah, Pemda Setempat Kebingungan dengan 20 Ribu Ekor Sapi Milik Pengungsi Gunung Agung
Untuk rumah sakit yang menjadi rujukan, para pengungsi bisa ke Rumah Sakit Gianyar dan Rumah Sakit Sanglah. Dikabarkan sebelumnya bahwa peningkatan aktivitas vulkanik dari kegempaan yang terus meningkat, status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) oleh PVMBG Badan Geologi sejak pukul 20.30 WITa, Jumat 22 September 2017.
Saat ini tercatat 12.448 jiwa yang sudah mengungsi di beberapa Kabupaten dan Kota di Bali.
(Ranto Rajagukguk)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.