Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Terancam Kehilangan Gereja, Kaum Mormon Terpaksa Tinggalkan Praktik Poligami

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 24 September 2017 |06:01 WIB
HISTORIPEDIA: Terancam Kehilangan Gereja, Kaum Mormon Terpaksa Tinggalkan Praktik Poligami
Ilustrasi.
A
A
A

DIHADAPKAN pada kerusakan gereja dan jalan hidup para penganutnya, para pemimpin gereja Mormon dengan enggan mengeluarkan “Manifesto Mormon” pada 24 September 1890. Manisfesto tersebut memerintahkan para pengikut Mormon untuk menegakkan dan mengamalkan hukum anti-poligami di Amerika Serikat (AS) dan meninggalkan praktik pernikahan jamak.

Keputusan tersebut diambil karena para pimpinan Mormon tidak memiliki pilihan. Jika mereka menolak, maka pemerintah federal AS mengancam akan menyita gereja dan mencabut semua hak-hak sipil kaum Mormon.

Dilansir History, Minggu (24/9/2017), para penganut Gereja Yesus Kristus Orang Suci Akhir Zaman (LDS), atau yang dikenal dengan nama Gereja Mormon telah mempraktikkan doktrin pernikahan jamak sejak 1840-an. Bukti yang ada menunjukkan pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith mulai mengambil istri lain pada 1841 dan menurut para sejarawan, dia diperkirakan memiliki setidaknya 50 wanita.

Selama beberapa waktu, praktik tersebut dirahasiakan. Namun setelah rumor poligami tersebut meluas, penganut Mormon di Illinois mulai menjadi sasaran kebencian dan kekerasan. Barulah setelah Brigham Young mendirikan Negara bagian teokratis di Salt Lake City pada 1852 para tetua gereja mengonfirmasi bahwa pernikahan jamak adalah pusat dari keyakinan Gereja Mormon.

Doktrin tersebut jelas timpang pada satu sisi.  Wanita Mormon tidak diperbolehkan mengambil banyak suami dan tidak semua pria Mormon yang diizinkan melakukan praktik ini. Hanya mereka yang menunjukkan tingkat kelayakan spiritual dan ekonomi yang luar biasa tinggi yang diizinkan untuk mempraktikkan pernikahan jamak. Gereja juga mewajibkan istri pertama memberikan persetujuannya.

Karena adanya penghalang ini, jumlah pria Mormon yang memiliki banyak istri relatif sedikit. Diperkirakan hanya 5 sampai 15 persen populasi dari sebagian besar komunitas Mormon yang memiliki istri dua atau lebih.   

Meski hanya sebagian kecil warga Mormon yang mempraktikkan pernikahan jamak, banyak pemimpin gereja enggan untuk meninggalkannya. Mereka beralasan, meninggalkan praktik tersebut akan menghancurkan cara hidup Mormon. Ironisnya, “Manisfesto Mormon” yang mengakhiri poligami tersebut justru membuka jalan ke arah kerjasama yang lebih baik antara kaum Mormon dan non-Yahudi dan membantu memastikan keberlangsungan agama tersebut sampai saat ini.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement