Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Isu Impor 5.000 Senpi Ilegal, DPR: Sebaiknya Koordinasi dengan Aparat Lain

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 24 September 2017 |12:32 WIB
Soal Isu Impor 5.000 Senpi Ilegal, DPR: Sebaiknya Koordinasi dengan Aparat Lain
TB Hasanuddin minta TNI berkoordinasi dengan aparat lain terkait isu impor 5.000 senpi ilegal
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, mengatakan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ihwal adanya impor 5.000 pucuk senjata ilegal oleh institusi tertentu dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo sangat membingungkan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut TB Hasanuddin, 5.000 pucuk senjata api itu sama dengan kekuatan 4 sampai 5 batalyon tempur, sehingga ucapan Panglima TNI soal masuknya ribuan senjata ilegal dapat menciptakan rasa tidak aman di masyarakat, mengingat peruntukan senjata itu tidak jelas.

"Kalau pengadaan senjata untuk TNI atau Polri itu legal dan jelas tercatat dalam anggaran Negara (APBN). Nah, ini 5.000 ribu pucuk senjata api ilegal, siapa yang memesan? Untuk siapa? Dan untuk apa?" kata politikus PDI Perjuangan itu melalui keterangan persnya, Minggu (24/9/2017).

(Baca Juga: Soal Isu Impor 5.000 Senjata Ilegal, Pengusutannya Harus dengan Kepala Dingin)

Ia menilai informasi yang disampaikan Gatot tersebut akurat. Namun, sebaiknya hal itu langsung dikoordinasikan saja dengan aparat kemanan dan institusi lainnya yang terkait dengan masalah keamanan negara.

"Menurut prosedur yang saya tahu, kalau memang benar bahwa ada indikasi akan masuk 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi, sebaiknya dikordinasikan dulu dan di cross check dengan aparat lain, seperti, Menhan, Kapolri, Kepala BIN, dan Menkopolhukam," terangnya.

"Kalau perlu dilaporkan langsung kepada presiden untuk diambil tindakan pencegahan atau kalau perlu diambil tindakan hukum," sambung Hasanuddin.

Karena itu, ia menyarankan kepada Gatot agar ke depan harus lebih berhati-hati lagi dalam merilis berita sensitif, terlebih yang menyangkut masalah keamanan dan keselamatan negara .

"Mewartakan kepada media sebelum ada kepastian dan tindakan hanya membuat ketakutan rakyat. Kalau benar ada ancaman ya diselesaikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan ada institusi non TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Perkara impor senjata itu disampaikan Gatot dalam acara Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 22 September 2017 malam.

TNI, kata Gatot, akan melakukan tindakan tegas jika hal tersebut benar-benar dilakukan. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu juga tak segan melakukan tindakan tegas apabila pelakunya berasal dari kalangan jenderal sekalipun.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement