"Ada filosofinya kenapa nikah diatas mobil damkar, yakni memadamkan kegalauan dan juga bara api asmara dalam satu ikatan pernikahan," jelasnya.
Delapan pasangan itu mulai dari Edi Susilo (23) dengan Kurnia Purba Sayekti (23), Irawan Pambudi Santoso (23) dengan Devini Adelya Putri (17), dan Muhammad Miftahul Ulum (23) dengan Rusmala Dewi (24).
Kemudian, Giyanto (39) dengan Suryati (46), Tri Ismono (43) dengan Surini (30), Agung Sunarditanto (43) dengan Retyan Shinto (30), dan Sargito (52) dengan Wakiyem (37).
Usai mengelar ijab kabul, para pasangan pentin ini juga membubuhkan tanda tangan dari petugas KUA Danurejan. Selanjutnya, mereka mendapat buku nikah dari pemerintah sebagai tanda pasangan ini sudah resmi menikah. (sym)
(Ulung Tranggana)