Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Ingin Bantu Kapal Lain Setelah Terlibat Kecelakaan, Arktik Malah Tenggelam di Kanada

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 27 September 2017 |06:05 WIB
HISTORIPEDIA: Ingin Bantu Kapal Lain Setelah Terlibat Kecelakaan, Arktik Malah Tenggelam di Kanada
Ilustrasi. (Okezone)
A
A
A

JAUH sebelum kapal Titanic tenggelam di Samudera Atlantik, ada kapal mewah lainnya yang juga karam. Peristiwa ini terjadi 163 tahun yang lalu. Kapal mewah Arktik tenggelam setelah terlibat kecelakaan dengan kapal lainnya.

Arktik adalah kapal mewah yang dibangun pada 1850. Dari empat kapal uap yang dibuat oleh Collins Line, Arktik merupakan yang paling mewah dan paling terkenal. Ia dirancang untuk melintasi Samudera Atlantik. Kapal ini memiliki lambung kayu dan bisa mencapai kecepatan hingga 13 knot per jam. Pada zaman itu, kecepatan Arktik sangatlah mengesankan

Pada 20 September 1854, Arktik meninggalkan Liverpool, Inggris, untuk melakukan perjalanan ke Amerika Utara. Kapal terbesar dan paling tenah itu menempuh perjalanan dengan lancar. Namun, tujuh hari kemudian, perjalanan mereka terganggu. Kabut tebal menutupi langit di perairan Newfoundland, Kanada.

Menghadapi situasi berbahaya, kapten kapal malah melakukan tindakan yang terbilang nekat. Di tengah terbatasnya jarak pandang, sang kapten, James Luce, tak melakukan pengamanan biasa yang seharusnya dilakukan saat kabut datang. Ia tidak memperlambat laju Arktik. Bahkan, Luce juga tidak membunyikan klakson kapal selama berjalan di dalam kabut. Padahal, tabrakan dengan kapal lain sangat rentan terjadi saat kondisi seperti itu. Penjagaan ekstra juga tak diberlakukan di Arktik ketika itu.

Hal yang ditakuti benar terjadi. Pada 27 September 1854 pukul 12.15 waktu setempat, Arktik menabrak kapal uap yang terbuat dari besi, yakni Vesta. Ketika itu, Vesta tengah dikendarai oleh Kapten Alphonse Puchesne.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement