Alhamdulillah! Terbitkan Dekrit, Raja Salman Akhirnya Izinkan Perempuan Arab Saudi Menyetir

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 27 September 2017 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 27 18 1783654 alhamdulillah-terbitkan-dekrit-raja-salman-akhirnya-izinkan-perempuan-arab-saudi-menyetir-7U1hu7xUfv.jpg Perempuan di Arab Saudi akhirnya boleh menyetir mobil sendiri selambat-lambatnya pada Juni 2018 (Foto: Reuters)

RIYADH – Kaum hawa di Arab Saudi akhirnya boleh sedikit bernapas lega. Raja Salman bin Abdulaziz al Saud baru saja mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa perempuan dapat memperoleh surat izin mengemudi (SIM).

BACA JUGA: Kaum Wanita di Arab Saudi Dilarang Nyetir Mobil

Dekrit sang raja memberikan instruksi agar badan kementerian segera dibentuk untuk memberikan nasihat dalam waktu 30 hari. Perintah tersebut baru akan diimplementasikan pada Juni 2018.

“Dekrit kerajaan akan menerapkan ketentuan peraturan lalu lintas, termasuk penerbitan izin mengemudi untuk pria dan wanita,” bunyi laporan kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), mengutip dari BBC, Rabu (27/9/2017).

BACA JUGA: VIDEO: Heboh! Nyetir Sendiri, Perempuan di Saudi Menyamar sebagai Laki-Laki 

“Langkah tersebut harus menerapkan dan mematuhi standar Syariat Islam yang diperlukan,” lanjut dekrit tersebut. Menurut laporan SPA, gagasan tersebut sudah mendapatkan dukungan dari sebagian besar Dewan Cendekiawan Senior.

Hingga saat ini, Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang melarang perempuan untuk mengemudikan kendaraan. Aktivis kemanusiaan berjuang keras selama bertahun-tahun agar perempuan dapat diizinkan mengemudi. Akan tetapi, justru sejumlah perempuan dijatuhi denda dan dipenjara karena mencoba melanggar aturan tersebut.

BACA JUGA: Pangeran Saudi: Arab Saudi Belum Siap Bolehkan Perempuan Menyetir

Tentu saja dekrit tersebut menjadi kabar gembira bagi para aktivis. Selain tidak memperbolehkan wanita untuk mengemudi, Arab Saudi juga tidak mengizinkan perempuan untuk bepergian tanpa seizin atau didampingi oleh wali laki-laki.

Amerika Serikat (AS) menyambut baik pengumuman Arab Saudi tersebut. Diwartakan USA Today, juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert mengatakan, AS bahagia dengan dekrit tersebut. Meski demikian, ia menolak mengomentari larangan lain terhadap perempuan di Arab Saudi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini