PERANG Dingin membayangi Amerika Serikat dan Uni Soviet pasca-Perang Dunia II. Walau tidak pernah kontak senjata secara langsung, kedua negara terlibat dalam konflik pengaruh dan salah satunya terjadi di Jerman yang saat itu terbelah dua.
Sebagaimana dikutip dari History, Sabtu (30/9/2017) pada Juni 1948 Uni Soviet mendadak menutup akses darat menuju Berlin Barat. Akses darat itu harus melewati wilayah yang kebetulan berlokasi di zona yang dikuasai oleh Uni Soviet.
Keputusan ini disinyalir untuk memaksa Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis untuk menyepakati tuntutan Uni Soviet terkait penguasaan negara tersebut di Jerman. Sayangnya tindakan tersebut sangat mempengaruhi nasib para warga di Berlin Barat.
Akibat blokade tersebut, para warga Berlin tidak memiliki akses bantuan makanan, pakaian serta obat-obatan. Sejumlah pejabat Amerika Serikat ingin Negeri Paman Sam memberikan respons keras terhadap kebijakan sepihak tersebut.
Namun akhirnya diputuskan respons yang lebih tenang tapi melelahkan. Amerika Serikat dan sekutunya memilih memasok kebutuhan warga Berlin Barat dengan cara pengangkutan udara atau operasi yang akhirnya dikenal dengan istilah Berlin Airlift.
Tugas ini amatlah sulit mengingat Amerika Serikat perlu mengirimkan berton-ton makanan serta kebutuhan lainnya. Operasi ini dimulai pada 26 Juni 1948 dengan para pilot dan pesawat Negeri Paman Sam mengirimkan kebutuhan rakyat Berlin Barat.
Selama 15 bulan, operasi ini sukses dengan 277.264 pesawat mendarat di Berlin Barat dengan membawa lebih dari 2 juta ton berbagai jenis barang. Pada 30 September 1949, pesawat terakhir yang mendarat pada operasi Airlift Berlin adalah pesawat C-54 milik Negeri Paman Sam yang membawa dua ton lebih batu bara dan dengan ini pengangkutan udara tersebut pun berakhir.
Secara resmi sebenarnya blokade itu akhirnya berakhir pada Mei 1949 namun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan keadaan Berlin Barat menjadi lebih baik dengan stok berbagai kebutuhan yang mencukupi.
Operasi ini dipandang sebagai pukulan telah terhadap Uni Soviet oleh Amerika Serikat. Pasalnya Negeri Paman Sam dapat dengan tenang melalui awal era Perang Dingin tanpa melakukan tindakan agresif terhadap Uni Soviet padahal saat itu Berlin Barat dalam kondisi bak disandera.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.