Share

Ini Alasan Forum Dosen Tolak Unair Beri Gelar Doktor Honoris Causa ke Muhaimin Iskandar

Nurul Arifin, Okezone · Selasa 03 Oktober 2017 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 03 519 1787949 ini-alasan-forum-dosen-tolak-unair-beri-gelar-doktor-honoris-causa-ke-muhaimin-iskandar-WnYuUXxKsS.jpg Forum Dosen FISIP Unair Surabaya (Arifin/Okezone)

SURABAYA - Forum Dosen FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menolak penganugerahan gelar doktor kehormatan atau honoris causa kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin oleh Unair karena dianggap kurang tepat. Cak Imin dinilai tidak jelas kontribusinya di bidang multikulturalisme politik dan sosiologi politik.

"Kami tidak melihat secara esensial kontribusi saudara Muhaimin Iskandar dalam bidang multikulturalisme politik dan sosiologi politik. Dr HC adalah pemberian tertinggi universitas tiap warga negara yang memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap nilai -nilai kemanusiaan," kata Kordinator Forum Dosen FISIP Unair, Airlangga Pribadi, Selasa (3/10/2017).

Ia menconthkan, Presiden Pertama RI Soekarno pernah mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Columbia University. Alasan pemberian gelar itu, karena Bung Karno telah menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung. Itu adalah prestasi yang berhubungan dengan kemanusiaan kala itu.

Nah, berbicara soal kontribusi Muhaimin Iskandar, kata Airlanngga, tidak jelas dalam bidang multikulturalisme politik. Misalnya, untuk lingkup Propinsi Jawa Timur. PKB yang notabene adalah partai pemenang pemilu di Jatim dan Muhaimin Iskandar adalah ketuanya, namun tidak ada kontribusi terhadap polemik pengungsi Syiah Sampang.

"Sebagai elit politik, seharusnya dia paling pertama melakukan inisiatif politik untuk menyeleseikan persoalan tersebut," jelas peraih gelar PhD dari Murdoch University, Perth, Australia ini.

Kemudian soal delapan buku yang telah ditulis oleh Muhaimin Iskandar yang digunakan sebagai salah satu alasan untuk memberikan gelar Doktor Kehormatan juga disoal. Kata Airlangga, pihak civitas akademika ini tidak pernah diberikan kesempatan untuk menelaah buku tersebut. "Kami secara akdemi tidak pernah diminta untuk menelaah buku tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini