TEHERAN – Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menetapkan Pasukan Garda Nasionalnya sebagai kelompok teroris. Teheran mengatakan, jika langkah itu dilakukan dan Washington kembali menjatuhkan sanksi pada Iran, maka markas-markas pasukan AS di kawasan Timur Tengah akan terancam.
BACA JUGA: AS Pertimbangkan Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Daftar Teroris
Peringatan tersebut disampaikan pejabat Teheran setelah Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan segera mengumumkan tanggapan AS terhadap uji rudal dan dukungan Iran pada "terorisme" serta operasi siber Teheran sebagai bagian dari strategi baru AS terhadap Teheran.
"Seperti yang telah kami umumkan dahulu, jika undang-undang baru AS untuk sanksi terhadap Iran disahkan, maka AS harus memindahkan basis regional mereka di luar 2.000 kilometer jangkauan rudal Iran," kata Komandan Garda Nasional Iran, Mohammad Ali Jafari sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (8/10/2017).
Jafari mengatakan, sanksi tambahan dari AS terhadap Iran akan mengakhiri peluang terjadinya dialog antara Teheran dengan Washington di masa mendatang. Dia bahkan memperingatkan, jika AS benar-benar menganggap pasukan Garda Nasional Iran sebagai kelompok teroris, maka Iran juga akan menganggap pasukan AS layaknya militan kelompok ISIS.