nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HISTORIPEDIA: Diserang Teroris saat Isi Bahan Bakar di Yaman, 17 Pasukan Militer AS Tewas

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 06:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 11 18 1793417 historipedia-diserang-teroris-saat-isi-bahan-bakar-di-yaman-17-pasukan-militer-as-tewas-eHPCfyvdYq.jpg USS Cole. (Foto: The Washington Post)

TEPAT 17 tahun yang lalu, militer Amerika Serikat (AS) mendapat serangan dari teroris. Serangan tersebut dilakukan oleh sekelompok teroris ke kapal Angkatan Laut AS yang tengah berlabuh.

Penyerangan itu terjadi pada 12 Oktober 2000. Sekira pukul 12.15 waktu setempat, kapal USS Cole tengah mengisi bahan bakar di Aden, Yaman. Kapal saat itu mengangkut puluhan pasukan militer Negeri Paman Sam.

Rencanya, mereka akan bergabung dengan kapal perang AS yang berada di Irak. Saat itu, Irak diketahui mendapat sanksi perdagangan dari AS. Namun, dalam perjalanannya, kapal tersebut kehabisan bahan bakar. Mereka pun memutuskan untuk menepi ke pelabuhan di ujung selatan semenanjung Arab itu guna mengisi bahan bakar.

Pesawat tersebut dijadwalkan bersandar di pelabuhan selama empat jam. Pasalnya, mereka menduga bahwa para teroris telah mengetahui keberadaan mereka di sana. Hal itu ternyata benar, sekelompok teroris Al Qaeda mendapat informasi kunjungan kapal militer AS tersebut ke stasiun pengisian bahan bakar Aden.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, mereka pun menyusun strategi penyerangan. Serangan ini direncanakan oleh Jamal Mohammad al-Badawi dan Fahd Mohammed Ahmed al-Quso. Mereka mengirim perahu kecil untuk mendekati perahu tersebut. Tentu saja, perahu itu membawa teroris yang siap menyerang para militer.

Sebuah perahu kecil teroris berhasil mendekati kapal yang tengah bersandar di dermaga tempat pengisian bahan bakar. Rencana mereka berjalan lancar, para teroris berhasil mencapai kapal perang AS yang tiada tandingannya itu.

Serangan pun mulai dilancarkan. Dua orang yang berada di kapal kecil tersebut membawa bahan peledak. Mereka bertugas melakukan bom bunuh diri dengan menabrakkan kendaraannya ke USS Cole.

Sebuah ledakan besar muncul tepat saat kapal kecil itu menabrakkan diri. Besarnya ledakan hingga menyebabkan lubang besar di sisi kapal. Kapal teroris berhasil merusak ruang mesin dan kompartemen kru yang letaknya berdampingan. Akibat serangan ini 17 orang tewas dan 38 lainnya cedera.

Saksi mata yang berada di kapal Cole mengatakan bahwa kedua teroris tersebut berdiri sebelum meledakkan diri. Keduanya diduga merupakan anggota jaringan teroris Al Qaeda. Jaringan tersebut dipimpin oleh Osama bin Laden di Arab Saudi.

Ledakan itu kemudian menyebabkan air laut masuk ke dalam kapal. Lama-kelamaan kapal perang tersebut terendam.

Lubang akiba serangan di USS Cole. (Foto: Reuters)

Para awak kapal yang selamat berusaha melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut. Upaya mereka ternyata membuahkan hasil. Pada malam hari, banjir yang terjadi di dalam kapal berhasil diatasi. Hal ini membuat USS Cole tetap menyala.

Sebagai akibat dari serangan tersebut, Presiden AS saat itu, yakni Bill Clinton, memerintahkan kapal-kapal Negeri Paman Sam yang berada di Teluk Persia untuk segera meninggalkan pelabuhan. Mereka diminta segera menuju perairan terbuka. Hal ini dilakukan karena khawatir adanya penyerangan selanjutnya.

AS pun melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang melakukan penyerangan ini. Sebuah tim dalam jumlah besar segera dikirim ke Aden untuk memulai penyelidikan. Dalam tim tersebut, pemerintah AS menyertakan sekelompok agen FBI. Mereka secara eksklusif diminta mencari kemungkinan adanya hubungan penyerang dengan Osama bin Laden.

Sebelum insiden ini, Osama bin Laden telah didakwa secara resmi di AS karena mendalangi pengeboman pada 1998. Serangan yang dilancarkan ke Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania itu menewaskan 224 orang, termasuk 12 orang Amerika.

Penyelidikan pun membuahkan hasil. Enam pria yang diyakini terlibat dalam serangan Cole segera ditangkap di Yaman.

Penangkapan itu tak turut membawa Osama bin Laden. FBI diyakini kurang bekerja sama dengan pihak berwenang di Yaman. Mereka gagal untuk secara meyakinkan otoritas di Yaman mengenai hubungan Osama bin Laden dengan serangan tersebut. (DJI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini