Image

Akbar Tandjung: Sebagai Mantan Ketum, Saya Tidak Ikhlas Elektabilitas Golkar Turun

Dina Prihatini, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 340 1794747 akbar-tandjung-sebagai-mantan-ketum-saya-tidak-ikhlas-elektabilitas-golkar-turun-eQs1a5iMMv.jpg Akbar Tanjung (Heru/Okezone)

PONTIANAK – Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung prihatin dengan tingkat kepercayaan (elektabilitas) masyarakat terhadap Golkar yang menurut survey terakhir menurun dibanding saat Pemilu 2014.

"Saya sangat prihatin dengan keadaan partai dan saya sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar tidak ikhlas elektabilitas Golkar menurun," kata Akbar usai pelantikan pengurus KAHMI dan Forhati Kota Pontianak serta silahturahmi dengan KAHMI dan HMI se-Kalimantan Barat di Pontianak Covention Center, Kamis (12/10 2017) malam.

Menurutnya hasil survei pada Mei lalu, elektabilitas Partai Golkar sudah menyentuh 7,1 persen, padahal saat Pemilu 2014 mencapai 14,5 persen. Jika ini terjadi diperkirakan perolehan kursi Golkar di DPR bisa turun jadi 40 kursi dari saat ini 91 kursi.

Akbar menilai pengurus Golkar harus melakukan perbaikan serius untuk mendongkrat lagi elektabilitas partai. "Para pengurus Partai Golkar yang sekarang ini harus melakukan perbaikan dan strategi untuk menaikkan elektabilitas dan popularitas Partai Golkar di masyarakat yang kian menurun," jelasnya.

Akbar Tanjung juga menjelaskan jika semakin menurun elekbilitas Partai Golkar hingga menyentuh angka 4 persen, maka ia menegaskan harus ada perombakan besar-besaran agar Golkar bisa bangkit kembali.

"Untuk itu para pengurus Partai Golkar harus secepatnya memperbaiki kepercayaan publik terhadap Partai Golkar," tuturnya.

Golkar, kata dia, juga harus siap mengantisipasi kemungkinan jika KPK mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk Setya Novanto di kasus korupsi e-KTP.

"Dengan adanya sprindik baru berati Setya Novanto akan diadili kembali dan ini harus diperhatikan dan dipersiapkan, harus di antisipasi, dan harus menyiapkan langkah-langkah bila mana terjadi," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini