Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Krisis Rudal Kuba Panaskan Perang Dingin dan Nyaris Cetuskan Konflik Nuklir

Emirald Julio , Jurnalis-Sabtu, 14 Oktober 2017 |06:03 WIB
HISTORIPEDIA: Krisis Rudal Kuba Panaskan Perang Dingin dan Nyaris Cetuskan Konflik Nuklir
Ilustrasi John F Kennedy dan Nikita Khruschev saat Krisis Rudal Kuba (Foto: Istimewa)
A
A
A

BILA mengulas Perang Dingin, maka banyak peristiwa yang membayangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet ini. Namun salah satu peristiwa yang paling mencolok dan bahkan diperkirakan akan menjadi awal dari perang nuklir adalah Krisis Rudal Kuba.

Sebagaimana dikutip dari History, Sabtu (14/10/2017) Krisis Rudal Kuba dimulai pada hari ini di 1962 dan membuat Amerika Serikat serta Uni Soviet nyaris terlibat konflik dalam skala besar.

Ketegangan ini dimulai ketika pesawat mata-mata Amerika Serikat U-2 mendokumentasikan rudal jarak menengah Uni Soviet berada di Kuba. Rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir itu ditempatkan di lokasi yang hanya berjarak 144 kilometer dari garis pantai Amerika Serikat.

Sebelum krisis ini dimulai, topik Kuba sebenarnya sudah menjadi momok bagi kedua negara super power pada era tersebut, khususnya akibat gagalnya invasi Teluk Babi. Invasi itu terjadi pada April 1961 ketika pera pengungsi Kuba yang dipersenjatai dan dilatih oleh Negeri Paman Sam menyerbu Kuba dalam usaha menggulingkan Fidel Castro.

Walau invasi itu gagal, Fidel Castro menyimpan dendam terhadap Amerika Serikat dan percaya Negeri Paman Sam akan kembali melakukan intervensi di negaranya. Ia pun meminta bantuan militer yang lebih besar dari Uni Soviet.

Memasuki 1962, jumlah penasihat Uni Soviet yang berdinas di Kuba pun meningkat hingga lebih dari 20 ribu orang. Di saat yang sama, muncul rumor bahwa pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, akan mengambil langkah khusus yang dapat membuat Perang Dingin lebih menegang secara drastis.

Disinyalir rudal-rudal yang ditempatkan Soviet itu memang mencerminkan pandangan Khrushchev yang juga berpikir bahwa Amerika Serikat memang akan menginvasi langsung Kuba. Sehingga, rudal-rudal itu pun menjadi strategi pencegahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement