Luar Biasa! 50 Dokter Dilibatkan dalam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam di Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 17 Oktober 2017 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 16 340 1796689 luar-biasa-50-dokter-dilibatkan-dalam-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-di-medan-qdkTwJ7VEu.jpg Bayi kembar siam di Medan. (Wahyudi AS/Okezone)

MEDAN – Setelah sempat dirawat oleh tim medis Rumah Sakit Haji Adam Malik (RSUPHAM) Medan, bayi kembar siam Sahira-Fahira akhirnya menjalani operasi pemisahan, Senin (16/10/2017).

Sekretaris Tim Dokter Penanganan Bayi Kembar Siam Sahira-Fahira , dr Rizky Ardiansyah SpA (K) mengatakan, operasi pemisahan sudah berlangsung sejak 08.30 WIB tadi. Sebanyak 50 dokter terlibat dalam tindakan operasi, mulai dari proses pembiusan, hingga penanganan pasca operasi nantinya.

“Kita melibatkan dokter bedah anak, bedah saluran cerna, bedah plastik dan bedah jantung. Operasi dilakuan mulai dari hati kemudian juga tulang dada, dan organ-organ yang ada didalamnya,” jelas dr Rizky.

Rizky menjelaskan, operasi yang dilakukan tanpa menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit milik kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi. Tim dokter akan memanfaatkan dan memaksimalkan kulit yang ada.

"Kita gunakan rencana ketiga yaitu melakukan pemisahan dengan tanpa menunggu tissue expander. Karena kalau pakai itu (tissue expander) nunggu 2 bulan. Kita gak bisa pastikan lagi dan memprediksi bagaimana kondisi Sahira yang kita tahu sedang mengalami jantung bocor. Sahira juga mengalami suatu keadaan yang kita sebut dengan gagal jantung,"sebutnya.

Diakuinya, saat ini tim yang sedang menangani operasi pemisahan Sahira-Fahira belum menemukan kendala yang cukup berarti.

"Tim juga masih bekerja mudah-mudahan segera bisa terpisahkan. Kita baru bisa kasih informasi akuratnya besok, karena saya belum bisa menjelaskan secara detail karena operasi masih berlangsung," ujarnya.

Rizky menerangkan, setelah melakukan operasi pemisahan masih ada tahap penanganan pascaoperasi. Hal itu dilakukan karena penanganan pascaoperasi tidak kalah penting dengan operasi.

"Jadi pemantauan pascaoperasi itu sama penting saat operasi. Besok kita lihat kondisinya bagaimana baru bisa kita jelaskan secara rinci," tandas Rizky.

Diketahui, Sahira-Fahira merupakan bayi asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kedua bayi ini saat ini berumur 6,5 bulan. Kedua bayi ini memiliki berat 9,4 kilogram. Dimana, Fahira memiliki berat badan 5,5 kilogram dan Sahira 3,9 kilogram.

Saat ini kondisi Sahira mengalami jantung bocor dan berat badannya lebih kecil. Tim dokter juga akan melakukan operasi terhadap jantung Sahira dan memisahkan dua hati yang menyatu. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini