ISTANBUL - Menjadi salah satu pembicara di Development Eight (D8) atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Istanbul, Turki, Menteri Luar (Menlu) Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyampaikan pentingnya kontribusi negara-negara anggota. KTT kali ini mengambil tema ‘Expanding Opportunities to Colaboration’ yaitu membahasa mengenai komitmen politik negara anggota, yakni Mesir, Pakistan, Nigeria, Indonesia, Turki, Malaysia, Bangladesh, dan Iran.
Menlu Retno menyampaikan bahwa capaian kerja sama D8 saat ini masih belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dan kesempatan yang ada. Ia menilai dengan tantangan negara-negara anggota D8 kian besar seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Perempuan asal Semarang itu, mengajak negara anggota D8 untuk memperkuat kerjasama sesuai dengan mandat piagam D8.
“Kita harus terus membuat organisasi D8 tetap menjadi sebuah platform ekonomi yang relevan, memastikan agar dapat berkontribusi secara nyata kepada kesejahteraan rakyat. Kita harus mengubah D8 menjadi organisasi yang lebih kuat, melakukan kerja sama nyata sesuai piagam D8,” tegas Menlu Retno.
Baca Juga: Mantap! Hadiri KTT D8 di Turki, Wapres JK Akan Dorong Kerjasama dalam Bidang Maritim
Lebih lanjut, Menlu RI menekankan bahwa kedepan, kerja sama D8 harus diarahkan kepada bidang-bidang yang dapat secara langsung membawa kesejahteraan bagi semua rakyat di negara anggota. Kerja sama D8 ditekankan harus juga dapat mengurangi kesenjangan antara yang miskin dan kaya. Pengarahan yang lebih spesifik tersebut dinilai penting mengingat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi sering menjadi akar masalah dari berbagai kejahatan lintas batas termasuk perdagangan narkoba dan terorsime.
“Bidang-bidang kerja sama D8 harus bisa mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin, seperti di bidang pertanian, UMKM, infrastruktur dan konektivitas, serta kelautan” imbuh Menlu Retno sebagaimana rilis yang diterima Okezone, Kamis (19/10/2017).
Selain itu, Menlu RI juga menekankan pentingnya partisipasi dan keterlibatan lebih luas dari sektor swasta termasuk UMKM dalam berbagai kerja sama ekonomi D8. Menlu Retno menyampaikan jika kemitraan Pemerintah yang kuat dengan sektor swasta akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi.