Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah 'Murka' Gunung Ile Lewotolok dan Ritual Sapa Alam Usai Gempa Meneror Warga

Adi Rianghepat , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |07:05 WIB
Sejarah 'Murka' Gunung Ile Lewotolok dan Ritual Sapa Alam Usai Gempa Meneror Warga
Gunung Ile Lewotolok, Lembata, NTT (capture video Youtube)
A
A
A

Dengan pelaksanaan pekerjaan ruas jalan itu, maka tentu akan kembali membuka kases transportasi masyarakat di daerah itu, terutama di titik seputaran gunung Ile Lewotolok. "Akses semakin terbuka maka tentu mendukung upaya mensejahterakan masyarakat daerah ini," kata Thomas.

Lakukan 'Pau Boe' Menyapa Alam

Porak poranda kampungnya telah mendorong masyarakat di kaki Gunung Ile Lewotolok untuk sadar akan segala perbuatannya. Secara adat, masyarakat sembilan desa yang mengintari lereng gunung itu sadar bahwa telah melakukan hal salah di dalam hubungannya dengan alam, yang diyakini dihuni juga oleh roh para leluhur.

Proses 'pau boe' atau disebut sebagai prosesi kekuatan menyapa alam pun dilakukan. "Jika kami sudah salah melakukan komunikasi dengan alam selama ini dan kami ditegur dengan guncangan gempa ini, agar dimaafkan. Tetapi jika kami juga masih kurang melakukan dan atau belum melakukan simbolisasi sapa alam, kami diingatkan," kata Thomas Ola mengulangi dawaian sapaan adat dikala prosesi dilangsungkan.

Prosesi 'pau boe' dilakukan oleh sejumlah kepala suku dan yang dituakan, dengan menyembeli sejumlah hewan berupa ayam dan babi. Darah dan daging hasil sembelihan lalu disajikan dan dipersembahkan ke para penghuni alam di sejumlah titik altar sembahan.

Saat ini tidak ada lagi gempa susulan sebagaimana yang dirasakan sejak 8 Oktober hingga 11 Oktober lalu. Masyarakat sudah bisa kembali ke rumah masing-masing di kaki gunung Ile Lewotolok, meskipun status gunung itu masih berada di level II. Apakah itu hasil seremoni adat yang dilakukan, 'pau boe' menyapa alam dan leluhur?.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement