CLARK – Pemerintah Filipina telah mengumumkan akhir pertempuran yang telah berlangsung selama lima bulan di Marawi antara pasukan pemerintah dengan kelompok militan yang berafiliasi dengan teroris ISIS. Pertempuran dengan kelompok militan di Marawi telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi militer Filipina dalam beberapa tahun terakhir.
"Tidak ada lagi militan di Marawi," kata Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana sebagaimana dikutip Reuters, Senin (23/10/2017).
BACA JUGA: Mantap! Militer Filipina Berhasil Rebut Markas Militan di Marawi
Deklarasi kemenangan itu disampaikan beberapa jam setelah pasukan Filipina merebut gedung yang menjadi benteng pertahanan anggota militan di Marawi. Panglima angkatan bersenjata Filipina, Jenderal Eduardo Ano mengatakan, setidaknya 42 jasad pemberontak telah ditemukan di dua gedung dan sebuah masjid di dalam zona pertempuran.
BACA JUGA: Krisis Marawi Usai, ISIS Gagal Kuasai Filipina
Semenjak konflik di Marawi dimulai pada Mei 2017 hingga saat ini, setidaknya tercatat ada 620 anggota militan, 45 warga sipil dan 136 tentara yang tewas. Serangan militan radikal di Marawi juga memicu ratusan ribu orang yang terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi keluar dari kota tersebut. Konflik di Marawi membuat Presiden Rodrigo Duterte menetapkan status darurat militer di Mindanao.
BACA JUGA: Mantap! Menhan Filipina Konfirmasi Kabar Tewasnya Pemimpin Abu Sayyaf dan Maute
Sinyal kemenangan pasukan Filipina mulai terlihat sebulan terakhir dengan keberhasilan tentara mendesak pasukan militan dan menguasai sebagian besar Marawi. Pekan lalu, dua pentolan pemberontak di Marawi yaitu pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon dan Omar Maute tewas dalam baku tembak dengan militer Filipina di Marawi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.