nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bermula dari Sawah, Muhammad Khoiruddin Belajar Internet hingga Menjadi Blogger Ternama

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 05:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 27 512 1803251 bermula-dari-sawah-muhammad-khoiruddin-belajar-internet-hingga-menjadi-blogger-ternama-rIER1oycBH.jpg Muhammad Khoiruddin. Foto Okezone/Bramantyo

KARANGANYAR - Muhammad Khoiruddin keterbatasan fisik di bagian pendengaran dan berbicara. Namun namanya terkenal sebagai blogger dengan nama populer Mukhofas Al Fikri.

Saat Okezone bertandang ke rumah Khoiruddin, yang berada di daerah Jumantono, harus melewati pertenakan ayam, jalan naik turun. Tidak mudah mudah memang.

Belum lagi, sinyal komunikasi di daerah tersebut sangat sulit. Praktis sinyal GPS yang dipakai sebagai petunjuk jalan pun terputus saat memasuki daerah itu.

"Sebentar anaknya lagi mandi," ujar Paino, ayah Khoiruddin saat membukan pintu, Kamis (26/10/2017).

Ketika bertemu, Khoiruddin sosok yang akrab meski baru pertama kali bersua. Khoiruddin pemuda kelahiran Karanganyar 18 Desember 1994. Ia anak sulung dari tiga bersaudara

Menurut sang ayah, Putra—biasa Khoiruddin dipanggil—memiliki permasalahan pendengaran dan berbicara sejak bayi.

"Saat masih berusia 71 hari, Putra mengalami step (kejang-kejang). Hingga akhirnya berujung pada berkurangnya pendengaran dan bicara yang agak terganggu," jelas Paino.

Untuk menghibur putranya agar tidak sedih, Paino pun sering mengajak putranya itu ke sawah miliknya yang terletak di Sapen,Mojolaban, Sukoharjo.

Mulai dari sini, kemampuan Khoiruddin mulai terlihat. Sang putra begitu hobi berselancar di dunia maya. Apalagi sinyal komunikasi di sawah miliknya begitu bagus dibanding tempat tinggalnya.

Selain mengajak putranya itu ke sawah, Poino pun kerab membawa pemuda yang sempat mengenyam bangku kuliah hingga semester tiga ini ketempat pengajian di Solo.

Ketertarikan putranya pada dunia blogger berawal dari sebuah buku yang tidak sengaja dibelinya saat sedang mencari buku untuk ujian terakhir SMP.

Ternyata, buku yang dibelinya itu, ungkap Paino benar-benar dibaca oleh anaknya hingga tuntas. Mulai saat itulah, anaknya terlihat sangat serius menekuni dunia internet.

Dengan kemampuannya yang otodidak dibantu dengan buku panduan Khoiruddin berhasil membuat blog dengan domain mkhoirudinfs.wordpress.com.

"Namun kadang hatinya juga merasa terenyuh saat membaca komentar-komentar miring dan negatif dari pembaca blogger milik anak saya. Namun lama-lama ya saya abaikan saja," ucap Paino.

Meski memiliki keterbatasan namun kecerdasan Putra tidak berpengaruh. Putra tetap bersekolah di sekolah umum.

Pertama bersekolah di di SD Sringin 2 selama 1 tahun. Namun kemudian pindah ke MI Sudirman Ngemping hingga lulus dan melanjutkan ke MTsN Ngadiluwih Matesih.

Pendidikan SMA dijalani di SMA MTA Surakarta. Bangku kuliah juga sempat dilalui oleh di salah satu universitas swasta di Sukoharjo. Namun merasa ada keterbatasan, dirinya memilih untuk berhenti kuliah di semester III.

Di tengah semua keterbatasan yang dimiliki, semangat Khoiruddin mampu menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Cita-citanya mulia, selain ingin menjadi blogger yang sukses, Khoiruddin juga ingin menerbitkan bukunya.

Bahkan keterangan sang ayah, ada salah satu penerbit buku yang bersedia menerbitkan buku karangan Khoiruddin, namun harus ada seleksi terlebih dahulu.

Ada satu pembelajaran yang diberikan Khoiruddin bahwa bahagia itu tidak selalu harus kaya, memiliki harta berlimpah, rumah mewah.

"Bahagia bisa diperoleh saat memberikan komentar yang tulus dan baik pada blog seseorang. Karena ketulusan diawal keberatan tapi dikemudian hari sebuah kebahagian terpancar dari hati,” jelas Khoiruddin.

Meski belajar otodidak dan keterbatasan fisik, namun blogger buatannya ini bisa disejajarkan dengan ahli motivator ulung.

Tak hanya itu saja, meski bukan ahli bahasa, tapi bahasa yang dipakai di bloggernya itu cukup tertata rapi dan mudah dipahami.

Bahkan Khoiruddin pun mampu membuat blogger yang memiliki grup Blogging, sebuah komunitas kecil namun anggotanya menyebar di seluruh Indonesia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini